Berperan dalam memupuk kecerdasan anak, memberantas kebodohan, dan mengemban tugas mengembangkan pendidikan anak apada usia dini. Anak usia dini menjadi tonggak awal dalam pembangunan nantinya, sehingga perlu mendapatkan perhatian secara khusus dan serius. - Ketua Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI), Lilik Agus Purnomo, S.E. -

JOMBANG – Memberikan kenyamanan di lingkungan sekolah akan mampu meningkatkan prestasi anak didik. Termasuk dalam kenyamanan secara sarana dan prasana pendukungnya. Maka akan terjalin sebuah kesinambungan defenisi kenyamanan yang sesungguhnya dalam konsentrasi belajar melalui suasana menyenangkan.

Kesinambungan selanjutnya yang dilakukan ialah dengan Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bagi Guru Taman Kanak-kanak Se Kabupaten Jombang pada Selasa (5/11) di Aula I Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Diawali dengan prosesi pembukaan yang dihadiri oleh Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, SH., M.Si. Diikuti lebih kurang seratus enampuluhsembilan peserta yang menjabat sebagai kepala TK dari perwakilan empat kecamatan.

Pembinaan tersebut bersifat menyeluruh dengan mengundang perwakilan kepala TK setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Jombang. Tetapi dilakukan secara bergilir dengan pelaksanaan yang terbagi dalam lima jadwal.

Baca Juga :
Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

Ketua Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI), Lilik Agus Purnomo, S.E. menyampaikan kepala TK dan seluruh anggota GOPTKI memiliki peran dalam memupuk kecerdasan anak, memberantas kebodohan, dan mengemban tugas mengembangkan pendidikan anak apada usia dini. Anak usia dini menjadi tonggak awal dalam pembangunan nantinya, sehingga perlu mendapatkan perhatian secara khusus dan serius.

“Anak-anak akan menjadi generasi penerus guna melaksanakan pembangunan pada masa yang akan datang, sehingga sebuah kewajiban memberikan pendidikan yang berkualitas bagi mereka. Dukungan akan hal tersebut juga ditinjau dari keterkaitan lingkungan sekolah yang nyaman,” terang Lilik Agus Purnomo.

Perempuan yang sering dipanggil Lilik ini mengulas, bagi anak didik, tentunya kegatan belajar mengajar memerlukan lingkungan yang nyaman, bersih, dan cukup pepohonan. Tak hanya itu saja, di tingkat TK, lingkungan dengan taman bermain yang tercukupi akan membuat tumbuh kembang anak menjadi baik.

Pemateri tentang lingkungan sekolah, Rahayu Setyawati, S.Pd., M.Si. menjelaskan bahwa penting diperhatikan pula sistem sanitasi dan sumur resapan air. Sistem sanitasi yang baik merupakan syarat terpenting sebuah lingkungan layak untuk ditinggali. Selain itu diperlukan juga sistem sumur resapan air untuk mengaliri air hujan agar tidak menjadi genangan air yang dapat menjadi kotor lingkungan sekolah, bahkan membahayakan bila didiami oleh jentik nyamuk.


“Diperhatikan pula tempat pembuangan sampah, adalah salah satu masalah yang dianggap remeh. Masalah sampah di sekolah, perlunya ditumbuhkan kesadaran bagi seluruh warga sekolah untuk turut menjaga lingkungan. Caranya ialah dengan menyediakan tempat pembuangan sampai berupa tong sampah dan tempat pengumpulan sampah akhir di sekolah, dan memberikan contoh kepada anak didik untuk selalu membuang sampah pada tempatnya,” tutur Rahayu Setyawati.

Pemateri tentang makanan sehat, Ir. Ana Susanti Syamto menyatakan, selain peduli akan lingkungan, bentuk asupan makanan anak didik juga penting untuk diperhatikan. Sehingga menyediakan masakan sehat tanpa bahan pengawet, pewarna, pemanis buatan, dan penyedap masih menjadi pekerjaan rumah guru serta orang tua. Terlebih guru yang menjadi pioner utama untuk menggerakkan dalam lingkungan sekolah.

“Ketika anak sudah terbiasa mengkonsumsi makanan sehat tanpa pengawet, pewarna, pemanis buatan, dan penyedap, maka setiap hari bisa mengkonsumsi makanan olahan sendiri. Tentu akan terjamin pula kualitas vitamin yang dibutuhkan anak dalam masa pertumbuhannya. Kombinasi bahan yang dipergunakan mudah dan sering dijumpai pada lingkungan pasar tradisional. Namun yang menjadi pembeda ialah sajian yang terlihat oleh anak, sehingga dibutuhkan kreativitas dalam presentasi visual makanan hingga menarik dari para guru,” tutup Ana Susanti Syamto. chicilia risca

Sebelumnya Berikutnya