Adanya gerai Dekranasda Kabupaten Jombang diharakan kepercayaan akan olahan IKM dan UKM kian meningkat. Apalagi dengan kerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang dalam hal pendampingan pengolahan produk.

JOMBANG – Pertumbuhan industri kreatif di Indonesia semakin gencar. Segala elemen masyarakat mulai terlibat di dalamnya. Industri tersebut berangkat dari ide kreatif para pelakunya. Sehingga bila dijembatani oleh pemerintah daerah maka diharapkan akan semakin pesat pertumbuhannya. Hal itu pun di sadari oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jombang dengan memeberikan ruang kepada Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan memasarkan produknya.

Selain itu pula dengan klasifikasi produk yang tepat bagi konsumen. Baik dari segi kelayakan hingga pengemasan, sehingga Dekranasda Kabupaten Jombang dapat membantu memasarkan sekaligus dijadikan sebagai sentra oleh-oleh di Jombang.

Baca Juga : Kebutuhan Komputer/Laptop SMP Negeri Se Jombang Kurang 30 Persen Kekurangan


Bersamaan dengan pengukuhan Dekranasda Jombang, Kamis (28/11) di Gedung PKK Kabupaten Jombang Wiwin Sumrambah menyampaikan bila nantinya juga akan dilakukan pendampingan dari nol hingga mencapai tahapan profesional. Artinya pada tingkatan profesional para pelaku di IKM atau UKM mendapatkan minat konsumen serta cepat dalam pengirimannya. Sehingga diharapkan semakin hari permintaan akan produk tersebut tambah meningkat.


“Adanya gerai Dekranasda Kabupaten Jombang diharakan kepercayaan akan olahan IKM dan UKM kian meningkat. Apalagi dengan kerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang dalam hal pendampingan pengolahan produk. Sehingga semakin matang produk hasil olahan IKM dan UKM,” ungkap perempuan berhijab ini.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang, Bambang Nurwijanto mengungkapkan, produk yang masuk dalam Dekranasda Jombang terdapat pengendalian dari pelaku usaha secara administrasi. Berkaitan dengan syarat dan ketentuan produk yang bisa masuk kesana harus memiliki legalitas yang paten dan jelas. Hal tersebut merupakan hasil dari wujud pendampingan dan bimbingan pengusaha seperti legalitas merk pada Hak Kekayaan Intelektual (HKI) misal untuk batik, serta produk kerajinan lainnya.

Bambang Nurwijanto juga menambahkan, IKM dan UKM yang hendak masuk harus mempunyai rekomendasi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang di komandoi. Selain untuk menjaga kualitas produk yang akan dipasarkan, tak lain supaya ada seleksi yang jelas kelaikan produk demi menghindari adanya produk lain di luar produksi dari IKM dan UKM di Jombang.


Bambang Nurwijanto juga menceritakan bahwa lebih kurang ada 15 jenis barang industri keatif yang dijajakan. Diantaranya jenis kerajinan terkait dengan anyaman, batik, manik-manik, kerajinan dari kayu jati seperti kaligrafi yang tersedia dalam bentuk pigura, sepatu, jam tangan kayu, kain bordir, tas, tempat tisu dan lain sebagainya. Kemudian untuk produk makanan dan minuman bukanlah hal yang utama disediakan, tetapi sebagai pelengkap ketika wisatawan datang agar sekaligus terfasilitasi produk makanan sebagai bekalnya diperjalanan. Sehingga mencari oleh-oleh bisa satu tempat tersedia selain kebutuhan fashion.

“Pemasarannya memang masih unggul untuk batik, hal tersebut lantaran adanya kebijakan dari pemerintah daerah yang menghimbau agar memakai baju batik khas Jombang bagi para Aparatur Silip Negara (ASN). Peningkatan tahun 2019 mengalami tren yang baik, artinya mengalami peningkatan dari awal tahun. Sehingga perlu dijaga untuk kondisi tersebut termasuk kebijakan-kebijakan yang mendorong perkembangan omsetnya,” terang pria bertubuh tegap itu.


Berdasarkan pemetaannya recana program tahun 2020 untuk market share dengan katalog, disana tercantum dimana lokasi produksinya dan kontak pelaku IKM dan UKM yang bisa secara langsung dihubungi konsumen. Untuk promosi dan memperkenalkan produk ke masyarakat dengan kerjasama antar OPD seperti dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jombang. Baik menyediakan laman untuk memperkenalkan sekalian mempromosikan produk ada di Dekranasda Kabupaten Jombang .

Bambang Nurwijanto mengungkapkan, “Tamu dari pemerintah juga sebagian besar diarahkan ke gerai. Hal ini sebagai implementasi bahwa Dekranasda Kabupaten Jombang menjadi pilihan wisatawan sebelum pulang. Didukung dengan telah dibukanya cabang toko yang dikembangkan seputaran objek wisata relegi Makam Gus Dur. chicilia risca

Sebelumnya Berikutnya