Berdasarkan data pengajuan untuk tahun 2020, terdapat tiga SMP yang tidak mengajukan bantuan meskipun kondisinya kekurangan komputer/laptop. Seperti SMP Negeri Satu Atap Wonosalam, SMP Negeri Satu Atap Jipurapah, dan Pengampon.

JOMBANG – Meningkatkan kualitas pendidikan merupakan salah satu tujuan utama yang diemban oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang. Diantaranya adalah pemenuhan fasilitas yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Terlebih saat ini pendidikan sudah mengarah pada fleksibelitas perkembangan zaman, sehingga kecanggihan perangkat komputer maupun komputer jinijing (laptop) seakan menjadi keharusan di miliki supaya mampu menyesuakan dengan perubahan era. Oleh karena itu Disdikbud Kabupaten Jombang berupaya mampu memenuhi kebutuhan tersebut pada tahun 2020.

Sejauh ini banyak pelaksanaan pembelajaran dan penilaian hasil belajar peserta didik (ujian) sudah menggunakan perangkat tersebut. Semua berawal dari pelaksanaan Ujian Nasionan Berbasis Komputer (UNBK) beberapa waktu silam. Agar dapat dimanfaatkan dengan optimal maka sudah banyak sekolah pun menggunakan dalam ujian semester. Selain lebih efisien, ditengarai juga sebagai upaya penyesuain diri peserta didik ketika diberlakukan kembali UNBK. Dengan kata lain, peserta didik tidak akan gagap teknologi.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Seksi Sarana Prasarana, Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kabupaten Jombang sekarang ini kebutuhan komputer/laptop 3.335 unit. Sedangkan baru terpenuhi kurang lebih sebanyak 2.007 unit. Sementara kekurangan tersebut telah ditambahkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 sekitar 176 unit dan bantuan Block Grant dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kebendikbud) Republik Indonesia mencapai 120 unit. Selain itu juga telah ditambah dalam pengalalokasian DAK 2020 sejumlah 15 unit. Sehingga kekurangan akhir saat ini tinggal 862 unit dari 48 SMP Negeri di Kota Santri.

Baca Juga :
SMA Negeri Mojoagung Melahirkan Festival Literasi

Diunkapkan oleh Kepala Seksi Srana Prasarana, Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kabupaten Jombang, Agus Daryanto, S.Sos., “Nantinya seluruh komputer/laptop tersebut akan digunakan oleh 10.005 peserta didik kelas IX di seluruh SMP Negeri yang ada di Jombang. Penggunaannya pun secara bergantian utamanya saat pelaksanaan UNBK.”

Rincian sekolah yang mendapatkan DAK 2019 antara lain SMP Negeri 2 Jombang, SMP Negeri 1 Plandaan, SMP Negeri 2 Kabuh, SMP Negeri 1 Peterongan, SMP Negeri 1 Mojoagung, SMP Negeri 2 Gudo, SMP Negeri 2 Bareng, dan SMP Negeri 2 Mojowarno. Masing-masing sekolah tersebut memperoleh 22 unit. Sedangkan bantuan Block Grant Kemendikbud RI tiap sekolah mendapatkan 20 unit ialah SMP Negeri 3 Jombang, SMP Negeri 1 Perak, SMP Negeri 1 Ploso, SMP Negeri 1 Mojoagung, SMP Negeri 1 Bareng, dan SMP Negeri 1 Ngoro.


Kalau untuk pengusulan DAK 2020 yang akan dibagiakan setiap sekolah adalah 22 unit. Diantaranya yang masuk adalah SMP Negeri 1 Jombang, SMP Negeri 1 Tembelang, SMP Negeri 1 Ploso, SMP Negeri 2 Peterongan, SMP Negeri 1 Kesamben, SMP Negeri 1 Mojowarno, dan SMP Negeri 2 Ngoro. Pengalokasian bantuan dari DAK semua telah terintergrasi dengan Data Pokok Pendidik (Dapodik).

“Kalau dikalkulasikan setiap sekolah yang memperoleh bantuan komputer/laptop kurang lebih kisaran 294 juta rupiah hingga 300 juta rupiah,” terang Agus Daryono.

Berdasarkan data pengajuan untuk tahun 2020, terdapat tiga SMP yang tidak mengajukan bantuan meskipun kondisinya kekurangan komputer/laptop. Seperti SMP Negeri Satu Atap Wonosalam, SMP Negeri Satu Atap Jipurapah, dan Pengampon. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan SMP, Disdikbud Kabupaten Jombang, Agus Suryo Handoko, S.Pd., M.Si. dikarenakan jumlah peserta didik yang tidak terlalu banyak.

“Bila sekolah yang teridentifikasi tidak memiliki jumlah peserta didik yang banyak, maka selebihnya akan dialokasi kepada sekolah yang peserta didiknya lebih banyak. Sedangkan kekurangan komputer/laptop di seluruh SMP Negeri Se Kabupaten Jombang sekitar 862 unit akan coba dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020,” ungkap mantan Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Usia Dini dan Pendidikan Non Formal tersebut.

Ditambahkan oleh Agus Suryo Handoko, melihat prosentase ini sekitar 70% sudah terpenuhi kebutuhannya. Maka dalam jangka panjang untuk peningkatan mutu pendidikan mampu dicukupi sarana dan prasana dari APBD. Diharapkan dengan ketercukupan fasilitas utamanya komputer/laptop dapat menunjang peningkatan kualitas pendidikan di telatah Kebo Kicak ini. chicilia risca

Sebelumnya Berikutnya