Foto: Suasana peresmian oleh Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab beserta Vice President PT. KAI Daop 7 Madiun, Wisnu Pramudyo, serta tamu undangan. (doc. Humas Daop 7 Madiun)

Nama tersebut sudah tidak asing lagi masyarakat. Sehingga PT. KAI menjadi semakin akrab khususnya dengan masyarakat Jombang dan sekitarnya. - Vice President PT. KAI Daop 7 Madiun, Wisnu Pramudyo -

JOMBANG – Semakin beragamnya pilihan masyarakat dalam berpergian menggunakan alat transportasi umum. Tawaran pelayanannya juga turut berkompetisi memberikan fasilitas terbaiknya. Bagitu halnya dengan Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (PT. KAI) (Persero) Daop 7 Madiun yang usai resmikan peluncuran Kereta Api (KA) Anjasmoro, dengan tujuan Jombang-Pasar Senen Pulang-Pergi (PP) pada Senin (1/12/2019) lalu.

Diketahui pelucuran KA Anjasmoro yang melewati Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Cirebon ini, berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan nomor KP 1781 Tahun 2019 tentang Penetapan Grafik Perjalanan KA Tahu 2019 PT. KAI (Persero) Daop 7 Madiun. Fasilitas tersebut melihat dari data kenaikan jumlah penumpang yang naik dan turun di Stasiun Jombang.

Baca Juga: Arroyan Auradinata Pelari Sprint 10,41 detik

Kepala Stasiun Jombang, Sutrisno mengemukakan, “Stasiun Jombang per hari memberangkatkan sebanyak lebih kurang 194 penumpang dengan tujuan Jakarta Pasar Senen dan sekitarnya. KA Anjasmoro sekali perjalanan menyediakan 584 tempat duduk dengan stamformasi 4 kereta eksekutif, 4 kereta ekonomi dengan per rangkaian kereta terdiri dari 80 tempat duduk. Selanjutnya terdapat 1 kereta ekonomi yang menyediakan 64 tempat duduk bagi masyarakat disabilitas. Serta satu kereta makan yang dilengkapi dengan pembangkit.”

Diketahui kereta baru kelas eksekutif dan ekonomi yang diproduksi oleh PT. INKA ini diberikan nama Anjasmoro. Pemberian sebutan kereta produksi dalam negeri tersebut mengutip dari nama gunung yang ada di wilayah Jawa Timur. Berdasarkan pernyataan dari laporan Vice President PT. KAI Daop 7 Madiun, Wisnu Pramudyo yang terkonfirmasi oleh Manager Hubungan Masyarakat (Humas) Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko, menyatakan nama tersebut sudah tidak asing lagi masyarakat. Sehingga PT. KAI menjadi semakin akrab khususnya dengan masyarakat Jombang dan sekitarnya.

Sementara itu untuk jadwal reguler KA Anjasmoro relasi Jombang-Pasarsenen berangkat pukul 21.40 WIB dan tiba pukul 10.47 WIB. Sebaliknya relasi Pasarsenen-Jombang berangkat pukul 05.25 WIB dan tiba pukul 17.35 WIB.

“Satu kali pemberangkatan Kereta Anjasmoro memiliki 10 rangkaian dan memiliki tarif yang beragam. PT KAI memberlakukan tarif seperti KA pada umumnya yaitu tarif batas atas kelas eksekutif 770.000 rupiah dan tarif batas bawah kelas eksekutif 190.000 rupiah. Sedangkan untuk tarif batas atas kelas ekonomi 470.000 rupiah dan tarif batas bawah kelas ekonomi 140.000 rupiah. Penentuan tarif tersebut karena untuk KA Anjasmoro merupakan kategori KA kelas komersial atau tanpa subsidi dari pemerintah,” ujar Sutrisno saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Sutrisno, jika melihat perkembangannya dalam waktu kedepannya penambahan rangkaian kereta mampu dilakukan dengan mengamati antusiasme penumpang. Berharap dengan penambahan KA Anjasmoro mampu memenuhi kebutuhan para pelanggan pengguna jasa kereta api. Sehingga kereta api dapat menjadi moda transportasi andalan masyarakat. chicilia risca
Sebelumnya Berikutnya