Peserta didik sangat antusias dalam menghias makanan yang mereka bawa. Peserta didik kelas VI dengan hati-hati, terampil, serta cekatan menghias nasi goreng dengan aneka hiasan dari telur dadar atau gulung, sosis, wortel, tomat, mentimun, selada, atau bahan-bahan lain.

JOMBANG – Pentingnya peran ibu dalam keberlangsungan siklus rumah tangga membuatnya layak untuk mendapatkan apresiasi tersendiri. Di berbagai negara begitu juga di Indonesia, Peringatan Hari Ibu dijadikan sebagai hari untuk mengapresiasi peran serta tugas seorang ibu. Peringatan Hari Ibu di Indonesia sendiri diperingati setiap tanggal 22 Desember.

Pada Kamis (19/12) segenap guru dan wali peserta didik SDN Jombatan V Jombang merayakan Peringatan Hari Ibu secara sederhana. Peserta didik kelas I dan II menghias buah-buahan, kelas III dan IV menghias hidangan mie, serta kelas V dan VI menghias nasi goreng.

Kepala SDN Jombatan V, Miftakhuliyah, S.Pd menjelaskan, “Ketika ibu menyiapkan makanan terlihat seperti mudah dan sederhana, namun ternyata ada aneka usaha yang harus dilakukan. Semoga peserta didik bisa mengerti arti tersebut dari kegiatan yang kita lakukan hari ini dan mendorong mereka untuk tergerak membantu meringankan tugas ibu di rumah.”

Baca Juga: Mariyati, S.Pd. Guru TK Jadi Kepala Desa

Dalam prosesnya, peserta didik sangat antusias dalam menghias makanan yang mereka bawa. Peserta didik kelas VI dengan hati-hati, terampil, serta cekatan menghias nasi goreng dengan aneka hiasan dari telur dadar atau gulung, sosis, wortel, tomat, mentimun, selada, atau bahan-bahan lain.

“Kriteria penilaian dari kegiatan ini hanya sederhana. Penampilan, kerapian, dan rasa. Penilainya juga dari guru-guru sendiri. Silang satu sama lain,” ungkap Miftakhuliyah.

Selain mengadakan kompetisi menghias makanan, di hari tersebut seluruh warga sekolah juga mengenakan pakaian khas daerah. Beragam pakaian adat boleh digunakan oleh peserta didik. Pihak sekolah tidak membatasi jenis pakaian serta dari daerah mana yang dikenakan oleh peserta didik. Meski sebagian besar memang memilih kebaya atau baju lurik sebagai pakaian yang dikenakan oleh peserta didik dan guru.

“Selain untuk memeringati Hari Ibu, penggunaan pakaian daerah ini adalah sekaligus untuk mengenalkan serta menumbuhkan rasa cinta peserta didik kepada kebudayaan khususnya pakaian adat Indonesia,” ucap Miftakhuliyah. fitrotul aini.