Menceritakan Peristiwa Sehari-hari

Judul Buku : The Feelings

Penulis: Adinda Septiani, dkk.

Penerbit: Boenga Ketjil

Cetakan: Pertama, November 2019

Tebal Buku: xi + 456 halaman

Ukuran Buku : 14x21 cm

ISBN: 978-623-1884-5-0

Chicilia Risca Yolanda*)

Mengisahkan segala peristiwa yang dialami akan lebih bebas ketika diwujudkan ke dalam tulisan. Selain tidak adanya batasan, dapat mengaburkan sosok tokoh yang sedang dibicarakan. Misalkan menggunakan nama lain hingga memberikan diskripsi fisik tokoh yang bertolakbelakang.

Kesempatan itu bisa dilakukan oleh siapa saja. Lantaran menulis tidak harus memerlukan kemampuan khusus. Hanya sering latihan dengan mencoba secara langsung menuangkannya ke dalam tulisan. Hal itulah yang dilakukan oleh peserta didik Kelas IX-C, SMP Negeri 1 Jombang. Selain sudah ada mata pelajaran menulis cerita pendek pada semester ganjil. Namun tidak sebatas selasi dalam tugas. Melainkan di tekuni hingga menjadi buku sebuah kumpulan cerita pendek berjudul The Fellings.

Tak jauh dari dunia penulis, kisahnya pun kebanyakan merupakan keseharian yang dialami oleh peserta didik. Demikian pilihan kata yang digunakan sesuai dengan usia pertumbuhannya atau khas dengan generasi milenial. Sehingga sangat nikmat untuk di baca dan membuat mata tidak lelah. Bahkan tak jarang juga membuat tersenyum sendiri karena terasa lucu, bahkan konyol karena seakan masih ada kejadian semacam itu.

Baca Juga: Guru Berinovasi dan Pramuka Berprestasi

Semakin melanjutkan membaca maka rasa ingin tahun timbul begitu mendalam. Membuat tidak ingin memungkasi, justru sebaliknya ingin terus membaca hingga menuntaskan. Dari sana dapat di simak cara peserta didik kelas IX-C, SMP Negeri 1 Jombang ketika belajar akan kebaikan. Baik saat terus merintis cara berpikir positif terhadap seluruh kejadian yang dialami, begitu pula kepada teman-temannya.

Secara umum kalau menyelesaikan membaca kumpulan cerpen ini maka akan mengetahui dunia anak muda sekarang. Begitu pun dengan detail candaan khas yang selalu disampaikan. Meski diutarakan dengan kiasan, namun karena sesama teman sebaya akan menangkap dengan cepat. Ditambah dalam bahasa teks yang disampaikan secara sederhana dan lugas mampu di tangkap pula oleh pembaca.

Problematika yang di alami mungkin bisa jadi di luar dari dugaan orang dewasa kebanyakan. Meskipun peserta didik masih beranjak kedewasaan. Ternyata ada pula permasalahan serupa yang orang dewasa hadapi telah mereka rasakan. Namun menariknya karena usia dan perkembangan maka cara penyelesainnya pun tak jauh dari tingkap pemikirannya.