Judul: Hukum Anjing Menurut Islam

Ukuran: 12 x 18 cm

Tebal buku: 107 halaman

Cetakan: I, Februari 2019

ISBN: 978-602-8805-66-7

Penulis: Rini Setiyowati

Penerbit: Pustaka Tebuireng

Anjing merupakan tergolong sebagai hewan kesayangan. Disebut demikian karena banyak sebagian masyarakat menjadikan hewan peliharaan dan ada pula memanfaatkan keahliannya mulai dari penjagaan rumah hingga membantu tugas kepolisan dalam mengungkap serangkaian kasus.

Adanya perdebatan soal interaksi dengan anjing dalam Islam memuat banyak yang memilih menghindarinya. Namun sebaliknya, bagi profesi yang menuntut adanya interaksi hingga bersentuhan langsung tentu tak dapat mengelakannya.

Baca Juga: Belajar Menulis Fiksi di Kelas Menulis

Kondisi itu pula yang mendasari drh. Rini Setiyowati saat menjalani profesinya. Tak dapat menolak kalau memang ada pasien seekor anjing. Hal itu yang menggugah dirinya dalam menulis buku Hukum Anjing Menurut Islam. Terlebih pengalaman empirik yang diperoleh semakin menguatkan melakukan penulisan buku ini. Sebelumnya dijadikan juga sebagai kajian riset untuk memungkasi studi Strata Duanya di Universitas Hasyim Ashari Jombang.

Pelbagai ayat Alquran, Qadis, hingga pendapat sejumlah ulama dimuat dalam menyikapi situasi interaksi dengan anjing. Tentunya penuh harapan membuka cakrawala segenap pembaca bagaimana pandangan Islam dalam memperlakukan anjing.

Demikian kisah para nabi ketika itu semakin menguatkan selaiknya memperlakukan anjing tak ubahnya seperti kepada mahluk hidup lainnya. Haruslah baik, adapun jika harus membunuh ada ketentuan yang mendasari sehingga tidaklah asal.

Semakin diperjelas dalam penjabbaran dalam sub-bab Sejarah Interaksi Antara Anjing dan Manusia diulas cukup panjang hingga 39 halaman. Prinsipnya dalam penjelasannya memeliharan anjing diperbolehkan asalkan dipergunakan sesuai dengan keperluannya. Di dalam Hadis Imam Bukhari tentang teladan Nabi Muhammad SAW ketika berburu menggunakan anjing terlatih. Disebutkan juga sesungguhnya anjing dapat dipergunakan guna menjaga tanaman, ternak, dan rumah.

Terbukti keahlian anjing masih digunakan hingga sekarang. Namun sebelumnya perlu dilatih terlebih dahulu agar sesuai dengan peruntukannya. Akan tetapi bila terjilat serta ada benda-benda yang terjilati oleh anjing, hukumnya wajib untuk dibersihkan. Tentunya harus sesuai dengan ketentuan dalam Islam.

Menggunakan gaya bahasa yang ringan dan komunikatif sangat mempermudah pembaca memahami seraya mengikuti alur ceritanya. Lengkap dengan sumber-sumber yang digunakan dalam menyikapi perlakukan terhadap anjing. Ditunjang adanya catatan kaki yang semakin memperkuat keberadaan data tersebut.

Oleh karenanya, saat membaca buku ini akan diberikan banyak wawasan dan informasi tervalidasi. Menjadikan pembaca semakin terbuka bagimana Islam memandang keberadaan anjing di lingkungan sekitar.

Peresensi: Chicilia Risca
Sebelumnya Berikutnya