TEMBELANG – Untuk bisa bersaing menarik perhatian masyarakat, sebuah lembaga pendidikan tentu harus memiliki ciri khas tertentu. Seringkali melahirkan ciri khas berangkat dari visi dan misi, selanjutnya diimplementasikan ke dalam program pembelajaran hingga pembangunan fasilitas.

Hal itulah yang diterapkan oleh TK Al Asfiyah, Desa Bedahlawak, Kecamatan Tembelang. Berbasis sekolah Islam, pembiasaan kegiatan-kegiatan keagamaan dimasukkan di antara materi pembelajaran wajib yang diajarkan pada anak didik. Setiap pagi, setelah berbaris dan senam bersama, guru akan membimbing anak didik untuk melakukan pembiasaan kegiatan keagamaan.

“Setiap hari kegiatannya berbeda-beda dan sudah diberikan jadwalnya masing-masing. Seperti Senin waktunya hafalan doa salat, Selasa membaca surat-surat pendek (surat dari Alquran juz 30), Rabu doa-doa harian, Kamis hadis-hadis pendek, Jumat praktik wudu dan salat. Sabtu digunakan untuk mengulang materi yang diperlukan. Di samping itu juga pembiasaan membaca asmaul husna,” jelas Kepala TK Al Asfiyah, Umi Hanik Muchasanah, S.Psi.

Baca Juga: Antologi Legenda Jombang Mengungkap Keberadaan Sejarah Desa

Perempuan yang akrab disapa Hanik ini menyebut selain dijadikan sebagai sebuah ciri khas, pembiasaan kegiatan keagamaan sedari dini ini diharapkan bisa menjadikan anak didik sebagai insan yang baik di dunia dan akhiratnya kelak. Ketika telah dewasa nanti pun diharapkan apa yang telah diajarkan, bisa diamalkan dengan baik.

Pembiasaan ini juga berdampak pada kegiatan pembelajaran anak didik. Anak didik lebih fokus dan mudah berkonsentrasi karena sebelum menerima pembelajaran otak mereka sudah distimulasi dengan hafalan bacaan kegiatan keagamaan.

TK yang berdiri sejak tahun 2012 ini tetap menerapkan kurikulum yang berlaku saat ini. Dipadukan dengan pemanfaatan teknologi yang sederhana namun berhasil menumbuhkan minat anak didik untuk fokus dalam pembelajaran.

“Pada waktu-waktu tertentu kami mengajak anak didik observasi dan bereksperimen kemudian melihat video-video yang ditayangkan melalui LCD proyektor. Setelahnya kami ajak mereka diskusi mengenai nilai-nilai apa yang bisa mereka ambil usai melaksanakan kegiatan tersebut,” tambah Umi Hanik Muchasanah.

Didukung penuh oleh pemilik yayasan dengan diberi lokasi yang cukup luas, Umi Hanik Muchasanah berkeinginan untuk mengembangkan lembaganya menjadi Sekolah Toga (Tanaman Obat Keluarga). Di halaman juga kebun sekolah yang masih kosong akan ditanami selain jenis Toga juga tanaman lain yang bisa dimanfaatkan.

“Tujuannya juga agar anak didik mengenal tanaman-tanaman tradisional. Selain agar lingkungan sekolah tampak lebih asri dan indah,” tutup Umi Hanik Muchasanah.

Reporter/Foto: Fitrotul Aini
Sebelumnya Berikutnya