TEMBELANG –
Berniat menanamkan budaya baca sejak dini, warga Dusun Bulak, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang berinisiatif untuk membuat program taman baca sederhana bernama Gubuk Baca Mojokrapak. Gubuk baca merupakan tempat yang disediakan khusus bagi warga Dusun Bulak yang ingin membaca atau meminjam buku secara gratis.

Salah satu penggagas berdirinya Gubuk Baca Mojokrapak ini ialah Khoirul Ahmad. Berangkat dari kegelisaan rendahnya minat budaya literasi di Kota Santri ini lantas dirinya mendirikan gubuk baca yang akan dipergunakan untuk masyarakat luas khususnya Desa Mojokrapak. Saat ini kehadiran gubuk baca sudah memiliki sekitar 1.200 judul buku.

“1.200 judul buku tersebut dia dapatkan dari berbagai bentuk donasi. Mulai dari galang buku kader PMII, sumbangan dari PC Lazisnu Jombang dan pinjaman buku dari pemerintah Desa Mojokrapak sendiri. Bukunya pun bermacam, mulai dari buku kesehatan, pendidikan, novel, dongeng, majalah, sampai budidaya tumbuhan dan hewan,” kata Khorul Ahmad.

Baca Juga: IDR, K, dan Rp

Sementara itu, Pembina Gubuk Baca Mojokrapak, Mohammad Sholahuddin S.H mengatakan bahwa menurut studi Most Littered Nation In the World yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016, menunjukkan Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara dalam hal minat membaca. Indonesia berada di bawah Thailand (59) dan di atas Botswana (61).

“Jangan meremehkan manfaat membaca. Kebiasaan membaca buku adalah kunci mujarab bagaimana membentuk sebuah bangsa yang kreatif. Dengan mencintai buku dan segala jenis literasi lainnya, penduduk sebuah negara akan terbiasa berimajinasi dan memprediksi banyak hal,” tegas Muhammad Sholahuddin.

Reporter/Foto: Aditya Eko P./Istimewa
Sebelumnya Berikutnya