JOMBANG - Hebatnya, kendati menginjak usia 67 tahun, Semi masih mampu menghasilkan hingga 30 cobek dalam sehari dengan dibantu sang suami. Cobek yang dihasilkan Semi dengan ukuran beragam, mulai dimaeter15 cm, 20 cm, sampai 30 cm. Nah, ketika cobek sudah terbentuk, selanjutnya adalah proses penjemuran. Proses ini memakan waktu satu hingga tiga jam. Tahap selanjutnya adalah proses pembakaran. 

Keterampilan tersebut diperolehnya secara turun menurun, yaitu dari orang tuanya. Bahkan termasuk alat-alat yang digunakan untuk pembuatan cobek merupakan peninggalan orang tua. Sekalipun masih menggunakan cara dan peralatan tradisional, ia menjamin kualitas cobek buatannya bisa diadu. Maka tidak heran, usaha yang digeluti Semi selama puluhan dekade itu masih bertahan hingga sekarang. 

Mulanya dia mencari bahan dasar tanah liat, kemudian mencampurnya dengan pasir dan air secukupnya. Proses pencampuran dilakukan secara manual, yakni menggunakan tenaga manusia. Kalau sudah dirasakan pas sebagai adonan, barulah dibentuk dengan ukuran diameter yang dikehendaki. 

Berita dan Foto: Chicilia 
Editing: Aditya

Sebelumnya Berikutnya