MOJOAGUNG –
Kauman identik dengan nama tempat yang dekat dengan Masjid Agung maupun Jamik. Selain dianggap lebih sentral dengan pusat keagamaan, mayoritas masyarakat sekitar pun beragama Islam.

Di Jombang sendiri setidaknya ada tiga tempat bernama tersebut, salah satunya adalah Desa Kauman, Kecamatan Mojoagung. Keberadaanya pun masih di sekitar Masjid Jamik Ar-Ridlo. Salah satu tetua Desa Kauman, Slamet Riono mengatakan, dahulunya banyak santri menempati wilayah yang bersebelahan dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Mojoagung tersebut. Oleh karenanya mereka dianggap sebagai orang dari kaum beriman.

“Lambat laun atas terjadinya peristiwa tutur, kaum beriman kemudian berubah pelafalannya menjadi kauman,” terang Slamet Riono.

Cerita lampau itu masih diyakini hingga sekarang. Sehingga banyak masyarakat sekitar selain bergama sebagian besar Islam, juga memilih menjadi pemuka agama.

Baca Juga: Membuat APE Mudah dan Sederhana


Selain itu menurut lelaki 54 tahun ini, biasanya tempat yang terdapat masjid besar menjadi sentra kegiatan dan dapat dipastikan bernama kauman. Bahkan di desanya kini tinggal, konon lebih dulu keberadaan masjid ketimbang desanya.

Ditanya soal kapan pastinya masjid tersebut berdiri, Slamet tak tahu secara pasti. Dia hanya menjelaskan bahwa ketika dirinya lahir, masjid itu sudah ada. Sayangnya, sesepuh desa juga banyak yang sudah meninggal, sehingga riwayat masjid yang dekat dengan jalan provinsi Jombang - Surabaya ini kepaten obor (Jawa: Terputus Cerita).

Suharyanto, warga lainnya menuturkan bahwasannya arsitektur Masjid Jamik Ar-Ridlo dari masa ke masa megalami pemugaran. Selain disengaja untuk memperbaiki beberapa sudut yang mulai lapuk, dalam pembangunannya juga menyesuaikan perkembangan zaman.

Lelaki bertubuh gemuk ini menjelaskan, “Kalau dilihat dari depan tampak sangat megah. Selain memang ukurannya yang besar dan berlantai dua, menara utama pun menjulang tinggi gagah.” Maka tidak heran, kata Suhartoyo, masjid ini mampu menampung ribuan jamaah, utamanya ketika menunaikan Salat Jumat. Namun akibat merebaknya Corona, masjid mendadak senyap. Itu lantaran ada imbauan agar tidak melangsungkan kegiatan yang mengundang banyak jamaah. Terlepas dari itu semua, masyarakat setempat sangat bangga dengan keberadaan Masjid Jamik Ar-Ridlo. Karena selain sebagai tetenger, juga menjadi ikon kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Mojokerto.

Reporter/Foto: Aditya Eko P.

Sebelumnya Berikutnya