Memiliki pemikiran radikal itu memungkinkan, namun yang membedakan antara radikal yang positif dan negatif adalah yang menjadi output atau hasil dari pemikiran itu. Jika outputnya adalah tetap toleransi terhadap sosial, pemikiran itu tetap boleh dijadikan pegangan. Akan menjadi berbahaya jika terlalu semangat beragama namun toleransinya kurang.

Mukani, M.Pd.I - Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Negeri 1 Jombang

Baca Juga: Ramadan Hari Keduapuluh Enam
Sebelumnya Berikutnya