SOP PEMUDIK/PENDATANG Selama KLB Covid-19 di Kabupaten Jombang


SOP PEMUDIK/PENDATANG Selama KLB (Kejadian Luar Biasa) Covid-19 di Kabupaten Jombang:

1. Pemudik/pendatang tiba di Stasiun Jombang dan Terminal Jombang

2. Pemudik/pendatang di Jemput kendaraan karantina

3. Pemudik/pendatang di bawa ke posko Covid-19 dan dilakukan skrining oleh pihak kesehatan

4. Karantina 14 hari di gedung SD dan asrama Balai Latihan Kerja (BLK)

5. Karantina Mandiri 14 hari di rumah

Terdapat 322 gedung SD yang dijadikan Posko Covid-19.

Jumlah Posko Covid-19 per Kecamatan di Kabupaten Jombang:

1. Kecamatan Bandarkedungmulyo : 11

2. Kecamatan Bareng : 13

3. Kecamatan Diwek : 20

4. Kecamatan Gudo : 19

5. Kecamatan Jogoroto : 11

6. Kecamatan Jombang : 20

7. Kecamatan Kabuh : 16

8. Kecamatan Kesamben : 14

9. Kecamatan Kudu : 12

10. Kecamatan Megaluh : 13

11. Kecamatan Mojoagung : 20

12. Kecamatan Mojowarno : 20

13. Kecamatan Ngoro : 13

14. Kecamatan Ngusikan : 11

15. Kecamatan Perak : 13

16. Kecamatan Peterongan : 15

17. Kecamatan Plandaan : 13

18. Kecamatan Ploso : 13

19. Kecamatan Tembelang : 16

20. Kecamatan Wonosalam : 18

21. Kecamatan Sumobito : 21

Baca Juga: Sepeda Tandem Keliling Dunia Saling Melengkapi dan Menguatkan

“Setiap SD di desa Kabupaten Jombang harus dijadikan Posko Covid-19. Satu desa memiliki satu SD jika ada dua atau lebih SD. Namun jika kondisi geografisnya tidak memenuhi maka diperbolehkan satu desa lebiih dari satu SD,” Kata Kasi Kelembagaan Sarana dan Prasarana Pembinaan SD, Disdikbud Kabupaten Jombang, Baris Sulisdianto, M.MPd

Fasilitas Posko Covid-19:

1. Gedung dan tempat tidur disediakan SD di setiap Desa.

2. Penjaga Posko terdiri dari guru SD, Babinsa, Bhabinkantibmas dan bidan.

3. Pemeriksaan berkala kepada pemudik/pendatang secara berkala.

4. Sesuai instruksi Mendagri dan mendes PDTT, dana desa (DD) bisa digunakan untuk mengalokasikan anggaran makan minum.

“Anjurannya tetap harus dikarantina di posko, namun jika ada kebijakan di desa dengan memberlakukan isolasi mandiri di rumah, tidak apa-apa. Asalkan pihak desa bertanggungjawab dan memantau kondisi kesehatannya,” Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang, Budi Winarno.