KESAMBEN – Mendidik anak soal keuangan tidak melulu sekedar cara membelanjakannya. Namun yang tidak kalah penting, mengajari mereka cara mengelola uang supaya dapat ditabung dan dimanfaatkan untuk kebutuhan sekolah. Kedepannya diharapkan dengan sendirinya anak akan menyadari menyisihkan uang sakunya untuk ditabung.

Hal itulah yang diterapkan TK Ade Irma Suryani, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben. Lembaga tersebut mengajak anak didiknya agar gemar menabung. Kondisi itu diterapkan sejak anak didik duduk di bangku TK A. Kebiasaan menabung ini disebut dengan Model Pendidikan Karakter Berbasis Finansial.

Salah satu guru TK Ade Irma Suryani, Ida Zulianah, S.Pd.AUD menjelaskan bahwa model pembelajaran tersebut berawal dari kegelisahan guru-guru melihat anak didiknya yang rata-rata membawa uang saku berlebih. Kebanyakan anak didik itu menghabiskan uang jajan tanpa ada yang ditabung. Dari situ muncul ide beberapa guru untuk membiasakan menabung dari usia dini.

Baca Juga: Tunggak Jarak Mrajak

“Kami menerapkan anak didik membawa uang dua ribu rupiah sebagai uang saku. Sebelumnya kami juga sudah memberitahukan kepada wali anak didik untuk memberi uang saku sesuai kesepakatan dan membawakan bekal untuk buah hatinya ke sekolah. Uang saku itulah yang ditabung,” kata Ida Zulianah.

Tempat untuk menabungnya juga cukup sederhana yaitu menggunakan botol plastik bening bekas air minum kemasan. Pemilihan botol tersebut tidak lain supaya anak didik dapat mengetahui seberapa banyak uang yang ada didalam wadah tersebut. Sangat diimpikan dapat menjadi ajang motivasi teman sebayanya agar semakin gemar menabung.


“Hasil tabungan tersebut diserahkan kepada orang tua masing-masing setiap akhir bulan, pada minggu pertama. Bulan selanjutnya diadakan tabungan ulang dan anak-anak membawa botol plastik bekas lagi. Hasil dari tabungan itu kami imbaukan kepada wali anak didik untuk dibelikan reward seperti alat tulis, pensil warna dan lain-lain. Tetapi jika tabungan belum mencukupi, wali anak didik dilarang memberikan tambahan uang. Semua harus dari tabungan anak-anak sendiri,” paparnya.

Model pendidikan karakter, tambah Ida Zulianah, yang sejak awal Januari dilaksanakan tersebut sempat dihentikan. Pasalnya ada beberapa wali anak didik malah memberikan uang saku tambahan untuk dimasukkan tabungan. Padahal tujuan dari model pendidikan tersebut adalah menjadikan anak dapat mengatur keuangan dan agar tidak boros.

“Untuk memantik anak didik agar ingin menyisakan sedikit uang sakunya yaitu dengan cara menanaman rasa terima kasih kepada orang tuanya dengan hasil mereka sendiri. Alhamdulillah sampai saat ini mereka setiap hari selalu menabung dari sisa uang jajan sebesar dua ribu rupiah tadi,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala TK Ade Irma Suryani, Nova Diha Irawan, S.Pd.AUD menambahkan bahwa budaya menabung yang dimulai sejak dini dapat memiliki banyak manfaat. Diantaranya, belajar berhemat sejak kecil, mendisiplinkan anak, menghargai uang, dan terbiasa menabung ketika dewasa.

“Jika budaya menabung dilakukan sejak kecil, anak akan terbiasa menyisihkan uang yang dimiliki untuk ditabung. Anak juga akan belajar menghemat pengeluarannya. Selain itu, menabung juga butuh ketekunan dan kedisiplinan. Kegiatan menabung dapat membantu anak belajar menjadi disiplin,” jelas Nova Diha Irawan.

Reporter/Foto: Aditya Eko P.
Sebelumnya Berikutnya