GUDO – Semakin maraknya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Santri, tak lantas menanggalkan kualitas. Hal itu seperti yang selalu diperhatikan oleh TK Dharma Wanita Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo. Kualitas pendidikan yang diberikan tetap menjadi prioritas. Selain akan menghasilkan output yang berkualitas, tentunya juga memikat masyarakat dan mempercayakan pendidikan buah hatinya.

“Dulu yang menjadi program unggulan di sini adalah ekstrakurikuler parade drumben. Bahkan kami memiliki alat musiknya lengkap. Namun seiring dengan perkembangan zaman dan sudah hampir di seluruh lembaga juga memiliki ekstrakurikuler yang sama, maka kami bersaing secara kualitas,” urai Kepala Dharma Wanita Plumbon Gambang, Gudo, Siti A'isah, S.Pd.

Lembaga yang telah berusia hampir tigapuluh tahun dan berada di bawah naungan Yayasan Dharma Wanita Desa Plumbon Gambang membuat selalu berusaha untuk menjaga kualitas layanan pendidikannya. Selalu terbuka dengan pembaruan sistem pendidikan juga teknologi yang terus berkembang.

Memiliki jumlah anak didik sebanyak empatpuluh delapan orang yang terbagi dalam dua kelas, kegiatan pembelajaran dilakukan oleh dua orang guru. Satu menjadi guru utama dan satu menjadi pendamping.

Baca Juga: Kampung KB Masyarakat Desa Jadi Berdaya

“Hal ini dilakukan agar anak didik mendapat perhatian yang maksimal dari guru sehingga materi pembelajaran yang diberikan juga bisa dipahami dengan maksimal,” jelas Siti A’isah.

Pada 2019, TK Dharma Wanita Plumbon Gambang ditunjuk menjadi Sekolah Inklusi untuk wilayah Kecamatan Gudo. Penunjukan ini dimaknai oleh Siti A’isah dan guru yang mengajar di sana sebagai tambahan tanggungjawab yang harus diemban untuk memajukan PAUD di Kecamatan Gudo.

Untuk bersiap menjadi TK Inklusi, salah satu guru sudah mengikuti pelatihan khusus mengenai penanganan anak berkebutuhan khusus. Meski diakui pemanggilan pelatihan kala itu dinilai cukup mendadak, namun ilmu yang didapatkan bisa dipraktikkan ketika nantinya menerima Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

“Meski sejujurnya tidak siap, namun harus siap juga karena ituWabah Corona, Minuman Herbal Banyuwangi Tembus India Hingga Turki wujud kepercayaan kepada lembaga untuk memberikan layanan pendidikan yang lebih baik lagi,” ungkap guru yang ditunjuk mengikuti pelatihan Inklusi, Suwitaningsih, S.Pd.

Baik Siti A’isah dan Suwitaningsih mengaku hingga saat ini belum menerima ABK. Namun ketika nanti mereka benar-benar menerima ABK, sebagai sekolah Inklusi mereka tidak akan membedakan ABK tersebut dengan anak lain pada umumnya. Mereka disatukan namun akan diberi pendampingan khusus.

Siti A’isah mengatakan, “Saat ini informasinya masih terus disebarluaskan pada wali anak didik juga masyarakat. Harapannya, kalau ada ABK di Kecamatan Gudo bisa disekolahkan di sini saja, tidak perlu jauh-jauh dibawa ke Jombang.”

Selayaknya lembaga pada umumnya, sebelum mengikuti kegiatan pembelajaran anak didik di TK Dharma Wanita Plumbon Gambang juga menjalani pembiasaan karakter. Senam dan berbaris sebelum masuk ke dalam kelas. Untuk muatan keagamaan, setiap Jumat Legi seluruh warga sekolah bersama dengan wali anak didik mengadakan istigasah bersama. Sedangkan untuk ekstrakurikuler, masih mengunggulkan parade drumben yang setiap tahunnya akan ditampilkan pada festival drumben se-Kecamatan Gudo.

Reporter/Foto: Fitrotul Aini
Sebelumnya Berikutnya