Aksi Bagi Pengeras Suara, Upaya Memakmurkan Musala

Bupati Jombang serahkan bantuan pengeras suara secara simbolis.

JOMBANG -
Badan Amil Zaat Nasional (Baznas) Kabupaten Jombang kembali melaksanakan aksi sosial memberikan bantuan Sound System (Baca: Pengeras Suara) kepada 21 musola di Kabupaten Jombang. Seacara simbolis bantuan tersebut diserahkan pada Ahad (21/6) di Masjid Perumahan Jombang Permai.

Diungkapan Ketua Baznas Kabupaten Jombang, Didin A. Shalahuddin bahwa ini merupakan salah satu program utama Baznas Kabupaten Jombang selain Eco Masjid dan Taman Baca di Musala. Sebanyak 21 musala di tiap kecamatan di Kota Santri mendapatkan 1 pengeras suara. Proses pengajuan dan verifikasi sudah berlangsung lama, bahkan sebelum Ramadan 1441 Hijriyah.

"Dibantu Dewan Masjid Indonesia perwakilan Jombang dan Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama sehingga segala prosesnya berlangsung cepat," ungkap Didin A. Sholahuddin.

Ketua Baznas Kabupaten Jombang, Didin A. Shalahuddin

Walaupun belum mencakup keseluruhan musala yang ada di Jombang, diharap jangan khawatir sebab masih banyak program lain dari Baznas Kabupaten Jombang yang dapat disenergikan bersama. Dengan demikian diharapkan serempak mampu menghidupkan musala dengan pelbagai kegiatan positif. Baik itu keagamaan, ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya dengan masyarakat setempat.

Sementara itu Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab yang turut hadir juga sangat mendukung aksi Baznas Kabupaten Jombang saat ini. Hal itu dikarenakan bantuan pengeras suara dapat dijadikan sebagai langkah dalam memakmurkan musala.

Masjid Perumahan Jombang Permai lokasi penyerahan.

Mundjidah Wahab menuturkan, "Kegiatan di musala bisa semakin bervariatif tanpa membedakan latarbelakang jamaah. Walaupun berbeda pilihan politik atau organisasi masyarakat yang diikuti bukan berarti menjadi penghalang. Justru sebaliknya, bisa sebagai wadah menjaga keutuhan persatauan dan kesatuan."

Bupati perempuan pertama di Jombang ini pun juga berpesan agar selalu melaksanakan protokol kesehatan dalam memutus mata rantai penyebaran Korona ketika melangsungkan ibadah maupun kegiatan di tempat ibadah. Dengan begitu maka secara tidak langsung mendukung upaya pemerintah dalam memberantas penularan Korona di mulai dari diri sendiri.

Reporter: Rahmat Sularso Nh.