TK Kuncup Harapan Wonosalam Lingkungan Sekitar Menjadi Modal Belajar


WONOSALAM – Pengenalan alam sekitar kepada anak merupakan salah satu komponen terpenting dalam pengembangan tujuan, isi dan proses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Esensi tujuan pendidikan pada anak usia dini diantaranya adalah membantu anak mengenali, memahami dan menyesuaikan diri secara kreatif dengan lingkungannya.

“Kecerdasan kinestetik, naturalis, spasial dan logis berkembang ketika anak melakukan eksplorasi tentang alam sekitar. Kondisi lingkungan yang sesungguhnya juga akan menarik perhatian spontan anak sehingga mereka memiliki pemahaman dan kekayaan pengetahuan yang bersumber dari lingkungannya sendiri,” kata Kepala TK Kuncup Harapan, Ngateni, S.Pd.

Hal itulah yang diterapkannya di lembaga yang berada di Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam. Keadaan alam pegunungan dan masih asri membuat pembelajaran di luar kelas sungguh mengasikkan. Terlebih, banyak hewan peliharaan seperti sapi perah dan ladang pertanian yang luas. Tentu saja, kondisi tersebut semakin membuat pengenalan lingkungan sekitar untuk anak didiknya beragam.

Baca Juga: Belajar Kebersamaan dan Berbagi

“Pembelajarannya jadi menyenangkan. Anak didik dapat melihat langsung sapi perah, memerah susu sapi, pengolahannya, sampai meminumnya. Selain itu pertanian dengan bermacam buah dan tanaman juga tersedia. Jadi anak-anak bisa langsung mengetahuinya,” jelas perempuan yang sudah mengajar di TK Kuncup Harapan sejak 2002 itu.

Bahan-bahan pembelajaran yang ada pada lingkungan sekitar anak didik akan mudah diingat, dilihat dan dipraktikan. Sehingga kegiatan pembelajaran menjadi berfungsi secara praktis. Sebab, inti pembelajaran yang sesungguhnya adalah mengajak anak didik untuk mengenali kondisi lingkungannya.


“Pengenalan alam sekitar akan meningkatkan perkembangan anak, seperti perkembangan sosial, pribadi, dan moral. Sehingga dengan pengenalan alam sekitar diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan,” ujar Ngateni.

Namun demikian, lembaga yang membunyai 41 anak didik tersebut sampai saat ini masih terkendala oleh luas bangunan. Ketika belajar di dalam kelas, puluhan anak didik itu harus berdempet-dempetan. Nah, situasi sepeti itu membuat kelas kurang kondusif. Ngateni berharap ke depan ada pembangunan untuk lembaganya.

“Lahan yang kami miliki sebenarnya masih cukup luas. Hanya bangunannya yang belum terlalu lebar. Semoga kedepannya bisa memperluas bangunannya,” tutup Ngateni.

Reporter/Foto: Aditya Eko P./Istimewa

Visi:

Beriman, bertaqwa, terampil, sehat, berprestasi, dan berkarakter.

Misi:

· Menanamkan nilai-nilai ketaqwaan dan keimanan kepada Tuhan sejak dini dengan memberikan pembelajaran ibadah praktis.

· Menerapkan model pembelajaran berpusat pada anak.

· Menciptakan suasana sekolah yang bersih, hijau, indah, dan nyaman.

· Mengembangkan keterampilan kreatifitas dan bersosialisasi.

· Menyiapkan anak untuk memasuki pendidikan dasar.

· Mengenalkan peraturan dan menanamkan disiplin pada anak.