MEGALUH – Perbendaharaan kata anak didik memang terbilang sangat terbatas, karena melihat usianya yang belum banyak menjalin interaksi dengan dunia luar. Oleh karena itu, selain keluarga, sekolah pun memberikan peranan penting menambah pemerolehan bahasa anak didik. Apalagi kedepan kemampuan berkomunikasi sangatlah penting, selain menambah kepiawaiannya dalam menyampaikan maksud, tentu akan membantu dalam menambah jaringan.

Kelompok Bermain (KB) Adinda, Kecamatan Megaluh menyadari pentingnya pemerolehan bahasa pada anak didiknya, sehingga keterampilan ini sangat dikedepankan. Karena secara tidak langsung juga akan membantu cara berpikir anak didik dengan memahami setiap penjelasan yang diberikan oleh gurunya.

Diungkapkan Kepala KB Adinda, Enik Khorida, S.Pd. bahwa anak didiknya dibiasakan terampil berbahasa dalam tema tertentu. Terlebih dahulu dikenalkan segala hal yang menyangkut tema tersebut. Selanjutnya bisa disampaikan ketika memaparkan dari bahasa yang sudah diperoleh dari sumber-sumber pembelajaran.

Baca Juga: SDN Gadingmangu II Perak Unggul dalam Kepramukaan

“Selain melalui pembelajaran, anak didik selalu dibiasakan berkomunikasi baik dengan temannya. Bisa meniru dari lingkungan sekitar, kemudian kalau terdapat kesalahan atau kekurang-tepatan karena terkandung maksud negatif, maka bisa dibenarkan,” terang Enik Khorida.



Terpenting, setiap kesempatan luang, anak didik harus dimanfaatkan dengan baik. Intinya selalu menyempatkan mengajak interaksi. Mulai dari pembelajaran bisa saling bertanya jawab dengan guru, serta di sela mengevaluasi hasil pekerjaan anak didik, bisa digunakan menjalin komunikasi yang baik terkait pembelajaran.

Guru KB Adinda, Yayuk Tri Wahyuni menguraikan, “Saat mengoreksi secara langsung hasil pekerjaan anak didik, selalu menanyakan proses pengerjaan dan kendala yang dihadapi. Hal ini memberikan kesempatan anak didik mengutarakan pengalamannya. Akhirnya proses menumbuhkan kepercayaan diri pun turut dipelajari.”

Nilai tambahnya, model pembelajaran semacam ini membuat guru mampu mengidentifikasi kebutuhan belajar anak didik. Beragamnya karakteristik anak didik dengan gaya pembelajarannya akhirnya akan ditemukan strategi yang sesuai. Setiap ujaran anak didik kemudian menjadi catatan tersendiri guna pembelajaran kedepannya.

Reporter/Foto: Chicilia Risca Y.
Sebelumnya Berikutnya