MOJOWARNO – Keberhasilan pembelajaran peserta didik tentu ditunjang oleh serangkaian factor, baik dari internal atau eksternal. Hal itu yang disadari SDN Gedangan Mojowarno dalam mencapai pembelajaran yang maksimal. Langkahnya terlebih dahulu mengidentifikasi kesulitan yang dihadapi oleh peserta didik. Bukan hanya dari sisi pembelajaran, namun dalam diri peserta didik itu sendiri. Adakah permasalah yang membekap sehingga mempengaruhi motivasi belajarnya.

Kepala SDN Gedangan Mojowarno, Slamet Abadi, S.Pd., M.Pd mengungkapkan, kerap melakukan pendekatan internal kepada peserta didik. Tak lain tujuannya supaya mengetahui segenap kendala yang dihadapi saat pembelajaran dilaksanakan.

Terlebih selama dia memimpin, diketahui bahwa peserta didik ketika datang ke sekolah semangatnya kurang. Terkesan hanya sekedar melaksanakan kewajiban. Akhirnya setelah diajak duduk dan berbicara dari hati ke hati diketahui bahwa selama ini saat ke sekolah dalam keadaan lelah. Bukan karena keasyikan bermain. Melainkan membantu orang tua bekerja di rumah.

Baca Juga: DWP Disdikbud Kabupaten Jombang Salurkan 50 Paket Sembako

“Memang sebagian besar wali peserta didik di sini bekerja sebagai pembuat batu bata. Nah, buah hatinya sering membantu untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Misalnya mencetak atau menata batu bata, efeknya mereka kelelahan dan tidak konsentrasi saat belajar di sekolah,” terang Slamet Abadi.



Untuk itu, dia datang ke rumah peserta didik dan mengkomunikasikan dengan orang tua. Setidaknya menemukan jalan keluar yang baik dan dapat diterima bersama-sama. Di antaranya tetap diperkenankan membantu, tetapi porsinya di kurangi dan diberikan kesempatan untuk istirahat serta belajar di rumah.

Hasilnya sangat luar biasa, peserta didik kembali bergairah belajar di sekolah. Apalagi dengan kedekatan yang sudah terjalin apik dengan guru, semakin memudahkan pembelajaran bisa dipahami dengan sempurna.



Hal itu diakui oleh Guru Kelas I SDN Gedangan Mojowarno, Heriyani, S.Pd.SD. Menurutnya, membangun kedekatan dengan peserta didik membutuhkan waktu tidak sebentar. Selain harus saling mengenal satu dengan lainnya, tentu kepercayaan antar keduanya mesti terbangun. Selanjutnya pelbagai aktivitas yang menunjang keberhasilan pembelajaran dapat dijalankan beriringan.

“Setidaknya tiga bulan saya mencoba mendekati peserta didik baru. Saat sudah berhasil, maka pembelajaran berlangsung dengan nyaman. Lebih jauh dari itu, komunikasi dengan orang tua pun akhirnya juga tersambung. Mulai dari mengkomunikasikan hasil belajar atau sebaliknya, orang tua menyampaikan kegiatan peserta didik di rumah,” terang Heriyani.

Reporter/Foto: Chicilia Risca Y.
Sebelumnya Berikutnya