KUDU – Di saat pandemi, mencari kerja bertambah rumit. Seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Oleh karena itu selain hard skill juga perlu adanya soft skill yang memadai. Sesuai dengan kebutuhan di tengah masyarakat.

Menyadari hal itu, SMK Negeri Kudu mencoba selalu menjawab setiap tantangan dan perubahan zaman. Peserta didik selain diberikan asupan materi pelajaran, tentunya dikedapankan pula praktik lapangan. Harapannya, mampu menguasai dengan baik, bahkan sudah paham di luar kepala.

Kepala SMK Negeri Kudu Khasanuddin mengungkapkan, kalau hanya mengandalkan lowongan kerja bakal semakin sulit. Persaingan di lapangan begitu luas serta berat. Namun dengan bekal yang matang, bisa sebaliknya, yakni membuka lapangan kerja sendiri.

Baca Juga: Petani Jombang Beralih ke Transplanter

“Oleh karenanya jurusan yang dibuka di sini sesuai dengan potensi daerahnya. Selain bermanfaat bagi peserta didik, juga bisa berkontribusi mengembangkan potensi di tanah kelahirannya. Di sekolah ini jurusan yang dibuka antara lain Bisnis Kontruksi dan Properti, Desain Permodelan dan Informasi Banguan, Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, dan Teknik Permesinan,” jelas Khasanuddin ketika ditemui di ruangannya.



Selain urusan akademik, SMK Negeri Kudu juga memberikan penguatan perihal karakter enterprenurship kepada peserta didiknya. Karena menurut Khasanuddin, sektor wirausaha bukan hanya ditopang kemampuan, namun yang tidak kalah penting adalah wawasan enterprenuership. Dengan wawasan itu, peserta didik memiliki daya juang tinggi untuk mengenalkan sekaligus memperjuangkan usahanya.

Membangun jaringan dengan dunia usaha adalah langkah strategis yang juga dijalankan. Selain sebagai tempat magang dalam pembelajaran di luar sekolah, peserta didik akhirnya bisa memetakan peluang usaha. Tidak harus dunia usaha yang besar, namun di sekitar lingkungannya pun sangat berpotensi, tambah Khasanuddin.



Khasanuddin pun mengatakan, “Peserta didik juga dilatih dalam menejemen prioritas. Dengan begitu maka bisa memilah mana yang harus menjadi kepentingan utama. Kemudian diajari mengelola stres, berpikir kristis, dan memecahkan masalah. Harapannya, saat terjun di masyarakat anak didik sudah siap seutuhnya.”

Reporter/Foto: Aditya Eko P./Istimewa
Sebelumnya Berikutnya