JOMBANG – Angka penderita Covid-19/Korona di Indonesia terus menanjak. Tak terkecuali di Kota Santri, hampir saban hari dikabarkan selalu mengalami penambahan pasien yang tersebar di sejumlah rumah sakit. Baik di Jombang sendiri maupun di sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Sedikit melegakan, dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Jombang, ada 3 kecamatan yang masuk zona putih. Hal itu dikarenakan tidak adanya masyarakat yang positif terjangkit virus korona. Tiga kecamatan itu di antaranya Wonosalam, Bareng, dan Plandaan.

Kepala Puskesmas Wonosalam Kabupaten Jombang, dr. Ivan Ubaidilah Hakam mengatakan, Puskesmas mempunyai peran penting, salah satunya melalui screening dengan menggunakan metode penelusuran masyarakat yang diduga kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.

Peningkatan penderita Covid-19 di Jombang bukannya tanpa sebab. Sekarang yang terpenting adalah menghambat laju penyebaran. Dimulai dari lingkup terkecil di RT/RW, desa, dan kecamatan, serta harus lebih patuh terhadap protokol kesehatan. Harapannya tak lain agar terbebas dari virus yang mematikan ini.

Puskesmas dibekali dengan pelatihan secara online dan menjalankan prinsip pencegahan terkait hal-hal apa saja yang dilakukan. Puskesmas juga memiliki peran penting mulai dari pencegahan, screening, hingga respon terkait hasil tes tersebut.

“Alhamdulillah wilayah Kecamatan Wonosalam tergolong zona putih dalam peta sebaran Korona di Kota Santri. Andil kesadaran masyarakat begitu besar pengaruhnya bersama Forum Pimpinan Kecamatan dan Gugus Tugas Desa. Semuanya proaktif melakukan koordinasi untuk mencegah penyebaran,” ujar dr. Ivan Ubaidilah H.

Baca Juga: Bahasa Jawa Landasan Budi Pekerti

Dalam koordinasinya, lanjut Ivan, kepala desa melakukan sosialisasi dengan cara siaran keliling, kemudian penyuluhan di tempat-tempat umum tentang bahaya Korona. Selanjutnya, Puskesmas Wonosalam melakukan pemisahan pengunjung. Bagi yang menunjukkan gejala disiapkan tempat di luar ruangan Puskesmas, yang tidak menunjukkan gejala berada di dalam ruangan.

Camat Wonosalam Drs. Supadil, M.Si., menambahkan, pada saat siaran keliling yang biasa disebut ledang, juga memberikan pengetahuan kepada masyarakat. Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak panik akan berita tentang Korona dan selalu waspada.

Lalu membiasakan meneraplan pola hidup sehat mulai dari mencuci tangan memakai sabun dengan air mengalir, mengkonsumsi makanan bergizi cukup, minum air mineral minimal 8 gelas sehari, dan kalau ada gejala batuk, pilek panas serta sesak nafas segera menghubungi petugas kesehatan terdekat.

Bahkan tak segan pihak terkait memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang telah disepakati apabila ada masyarakat yang melanggar. Walaupun begitu, semua dilakukan dengan cara yang persuasif serta humanis sehingga tidak menjadi teror tersendiri. Namun lebih menumbuhkan kesadaran pentingnya menjalankan protokol kesehatan agar terhindar Korona.

Senada dengan Camat Wonosalam, Camat Plandaan Jombang, Agus Sholahuddin, S.Ag., M.Si., mengatakan, pihaknya bersama seluruh kepala desa hingga RT berkomitmen untuk mempertahankan wilayahnya tetap berwarna putih. Sinergitas para kepala desa ini menjadi poin utama, sehingga program pemerintah pusat maupun pemerintah daerah bisa berjalan maksimal.

“Satgas Covid-19 yang ada di tingkat desa wajib menegur bila mengetahui ada masyarakat yang tidak mengenakan masker saat beraktifitas di luar rumah, dari situ masyarakat menjadi tahu betapa pentingnya masker untuk memutus rantai penyebaran,” ungkap lelaki bertubuh tegap ini.

Upaya melakukan pencegahan, sosialisasi dan imbauan juga terus dilakukan, guna menjaga agar Kecamatan Plandaan menekan akan terjangkitnya virus korona. Bahkan tim diminta semakin intens berkeliling mengingatkan masyarakat terutama saat kegiatan yang berpotensi mendatangkan massa.

Daerah dengan status zona putih bisa berubah menjadi zona kuning dengan risiko penularan rendah atau menjadi zona merah dengan bahaya penularan tinggi. Hal itu terjadi karena masyarakat tidak hati-hati dalam menjaga atau memperhatikan protokol kesehatan seperti tidak memperhatikan penggunaan masker dan upaya jaga jarak, kurang memperhatikan masalah kebersihan, serta tidak mencuci tangan.

Reporter/Foto: Aditya Eko P./Istimewa
Sebelumnya Berikutnya