NASIONAL - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan kegiatan Organisasi Kepemimpinan Tingkat SMP.

Hal itu dilakukan bertujuan pemimpin di lingkungan sekolah sejak dini, karena menjadi pemimpin bukan sesuatu yang didapat dengan instan, melainkan perlu proses dan kaderisasi baik dan terarah, lewat pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Paudasmen) Kemendikbud, Jumeri mengatakan butuh proses panjang bagi seorang manusia demi menjadi pemimpin ideal. Bila melihat perkembangan zaman saat ini, pemimpin memiliki peran yang besar dalam membawa bangsanya keluar dari krisis dan bisa bersaing di kancah global.

Selain menjadi ajang bagi anak-anak untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan, kesempatan untuk berbagi praktik baik diyakini bisa menginspirasi sekolah lain untuk berbuat hal yang sama.

Seseorang yang aktif di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) mempunyai dua tugas besar. Selain sebagai peserta didik bertanggung jawab untuk mencetak prestasi, dia juga harus mampu mengurus organisasi di sekolah, berkomunikasi dengan efektif, serta mengelola kegiatan dan mengorganisir teman-temannya.

Jumeri menambahkan beri kesempatan anak-anak untuk berkiprah. Beri mereka kepercayaan untuk mengelola kegiatan, agar lebih terasah kecakapan mereka dalam berkomunikasi. Pada masa pandemi Covid-19, satuan pendidikan dan dinas pendidikan dapat melakukan kegiatan dengan aman agar dalam memenuhi hak belajar anak, mereka tetap sehat dalam beraktivitas.

Baca Juga: H. Syamsuddin Melestarikan Zikir Saman dari Gerusan Zaman

Penyelenggara Pendidikan Harus Lebih Kreatif

Jumeri juga mendorong seluruh pihak pendidikan agar bisa saling berkoordinasi, demi menjalankan kegiatan pembelajaran lebih kreatif, tapi sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Pendidikan, bukan semata-mata bebannya dipikul oleh pemerintah pusat, tapi harus kerjasama dengan seluruh pihak. Guru, kepala sekolah, dan dinas pendidikan, lakukan ikhtiar kreatif di tingkat daerah.

Seluruh warga pendidikan dapat saling menginspirasi praktik baik untuk diterapkan maupun dikembangkan di sekolah lain. Satuan pendidikan dapat menciptakan kegiatan kreatif dan inovatif, seperti gelar diskusi virtual antarsekolah pada satu wilayah.

Dia menambahkan, selain menjadi ajang bagi anak-anak untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan, kesempatan untuk berbagi praktik baik diyakini bisa menginspirasi sekolah lain untuk berbuat hal yang sama.

Sumber/Rewrite: kompas.com/Tiyas Aprilia
Sebelumnya Berikutnya