JOMBANG – Tahun pelajaran 2020/2021 tetap berjalan meski dalam kondisi pandemi. Alhasil segala mekanisme yang berlangung ketika mengawali masuk sekolah bagi peserta didik baru mengalami penyesuaian dan perubahan dari yang sebelumnya.

Seperti di jenjang SMA/SMK/MA se-Kabupaten Jombang, tak lagi dimungkinkan adanya pertemuan sehingga diperlukan strategi yang tepat agar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berjalan dengan maksimal dan mampu diresapi oleh peserta didik baru.

Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur (Cabdindik Jatim) Wilayah Jombang pun mempersiapakan dengan matang MPLS tahun pelajaran 2020/2021. Mengambil tema Menggali Kebaikan dan Potensi Diri dengan Maksimal dari Rumah sangat diharapkan bisa berlangsung sempurna. Selain dilakukan dari rumah, MPLS juga akan dievaluasi secara kombinasi baik luring maupun daring oleh panitia di setiap lembaga.

Perubahan yang terjadi mungkin dalam gelaran MPLS sekarang ini adanya penilaian. Baik dalam segi observasi, partisipasi, unjuk kerja, tes tulis/lisan, atau pembagian angket.

Kepala Seksi Pendidikan Menengah Kejuruan Cabdindik Jatim Wilayah Kabupaten Jombang, Elfian Rosadi, SE. menjelaskan, “Sosialisasi mekanisme baru dalam MPLS akan segera disampaikan. Tentunya disesuaikan lagi dengan kondisi dan inovasi tiap lembaga. Yakni, melihat kebutuhan serta kemampuan.”

Elfian Rosadi menambahkan, MPLS secara daring yang dilaksanakan selama tiga hari (13 s/d 15 Juli 2020) tersebut bisa diterapkan dengan berbagai alternatif. Di antaranya model yang bisa dipakai adalah Asynchronous Online Courses artinya peserta didik tidak harus belajar secara real-time (live), Synchronous Online Courses mewajibkan peserta didik harus mengikuti kelas secara langsung dan dapat berinteraksi di saat yang bersamaan. Terakhir Hybrid Courses, tipe ini merupakan kombinasi kedua model sebelumnya.

Baca Juga: Tahun Pelajaran 2020/2021 PAUD Minim Peminat

Kepala Seksi Pendidikan Menengah Atas Cabdindik Jatim Wilayah Kabupaten Jombang, Asiyah menuturkan, “Perubahan yang terjadi mungkin dalam gelaran MPLS sekarang ini adanya penilaian. Baik dalam segi observasi, partisipasi, unjuk kerja, tes tulis/lisan, atau pembagian angket.”

Tujuannya tak lain melihat keberhasilan jalannya MPLS dari rumah. Proses penilaian yang dilakukan akan menunjukkan tingkat ketercapaian dari peserta didik baru dalam MPLS tahun pelajaran 2020/2021.

Panitia di lembaga pun wajib membelikan balik atas penilaian yang telah berlangsung, sehingga peserta didik baru mengetahui ketercapaian maupun kekurangannya. Langkah selanjutnya bisa diberikan penguatan terhadap kelemahannya tersebut, pungkas Aisyah.

Reporter/Foto: Chicilia Risca Y./Istimewa
Sebelumnya Berikutnya