JOMBANG – Pandemi Covid-19 membuat semuanya berubah, menyesuaikan diri berdasarkan protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah. Tak ubahnya yang berlangsung di pendidikan jenjang SMK, padahal pertemuan menjadi penting karena peserta didik di sekolah kejuruan tersebut membutuhkan praktik langsung.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Negeri Kabupaten Jombang, drs. Supriyadi, M.Kes mengatakan, sejauh ini pembelajaran sudah berlangsung secara daring (dalam jaringan/online). Namun diakui bahwasanya ada beberapa materi yang tak bisa dilakukan dengan mekanisme daring. Dibutuhkan praktik lapangan yang mengharuskan peserta didik bersentuhan dengan pola kerja sebenarnya.

“Sejauh ini kami mencoba menfasilitasi peserta didik sebaik mungkin dalam segi pembelajaran. Oleh karena itu, sejumlah rekomendasi coba kami usulkan ke Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur (Cabdindik Jatim) Wilayah Jombang atas perubahan mekanis pembelajaran selama masa pandemi,” jelas Supriyadi.

Penyesuaian harus dilakukan dalam dunia pendidikan di tengah pandemi. Semua harus dilakukan sebagaimana prosedur protokol kesehatan. Terlebih lagi untuk peserta didik di SMK, praktik langsung merupakan esensi daripada kemampuannya. Untuk itu tetap dilaksanakan dengan mekanisme yang berbeda.

Rekomendasi itu tidak datang tiba-tiba, melainkan menyesuaikan kebutuhan peserta didik khususnya dalam hal praktik. Sehingga MKKS SMK Negeri Kabupaten Jombang merancang pembelajaran yang koperhensif, efektif, dan selalu mematuhui protokol kesehatan. Praktik langsung meruapakan hal utama dalam pembelajaran di SMK, sehingga harus disiapkan dengan matang agar tetap bisa dijalankan.

Supriyadi mengatakan, “Sejauh ini materi bisa disampaikan lewat daring, tetapi berkenaan dengan praktik peserta didik tetap dijalankan sebagaimana pembelajaran di sekolah. Hanya saja dibatasi dan bergantian, sehingga peserta didik bisa memperoleh pengalaman sebenarnya.”

Baca Juga: SMA Negeri Plandaan Tak Masalah Lakukan Pembelajaran Daring

Hal senada dikemukakan Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Jurusan Kelistrikan Kabupaten Jombang, Iksanul Muktar, S.Pd., “SMK menjadi dilema lantaran tak maksimal dalam pelaksanaan pembelajaran utamanya praktik. Ditambah dengan kompetensi dan keahlian yang ditekuni peserta didik tak maksimal dalam dunia kerja. Agar hasilnya tak setengah-setengah, maka peserta didik harus mempraktikkan kemampuannya dan mengaplikasikannya dengan alat.”

Iksanul Muktar menambahkan, praktik tersebut menjadi tolak ukur peserta didik yang berkompetensi dan diakui kebenarannya oleh dunia kerja. Pembuktian ini bahwa peserta didik bukan hanya lulus dengan selembar kertas, melainkan keterampilan yang sudah teruji sesuai dengan jurusan yang diampunya selama ini.

Terlebih lagi saat Uji Kompetensi Keahlian (UKK), sambung Supriyadi, peserta didik harus melaksanakannya secara nyata, yakni bersentuhan dengan sejumlah perangkat sesuai keahlian. Memang awalnya menjadi kebimbangan, namun diharapkan rekomendasi yang diajukan ini mampu menjadi jawaban atau solusi sementara. Lebih jauh, hasil yang dikehendaki atas kompetensi peserta didik dapat diraih.

Reporter/Foto: Chicilia Risca Y./Dok.MSP
Sebelumnya Berikutnya