KESAMBEN – Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Jombang melakukan pengimbasan model pembelajaran daring yang telah diterima dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI pada (29/6 s.d 1/7) juga melalui media daring kepada 21 kecamatan di Kota Santri secara bergantian.

Ketua Himpaudi Kabupaten Jombang, Tita Aniqowardani, S.Pd. mengatakan bahwa pengimbasan ini merupakan sebagai tindaklanjut dari materi yang diberikan kepada setiap Himpaudi di kabupaten/kota di Indonesia. Berikutnya disampaikan kepada lembaga yang ada di kabupaten/kota bersangkutan.

“Meterinya terkait Belajar di Rumah (BDR), disampaikan ke 62 PAUD yang telah direkomendasikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang. Sehingga total yang mengikuti pelatihan ini 152 peserta melalui zoom meeting,” ungkap Tita Aniqowardani.

Dalam BDR sesungguhnya harus dirancang dulu. Pendidik akhirnya bisa menciptakan momentum pembelajaran yang menyenangkan. Begitu juga penyesuaian waktu orangtua di rumah karena sebagai bagian pendukung keberhasilan BDR.

Diharapkan melalui pelatihan ini ada peningkatan kompetensi pendidik PAUD di telatah Kebo Kicak, selain itu membuka paradigma, pendekatan, dan strategi BDR. Hikmah lain yang didapatkan dari pelatihan ini, para pendidik akhirnya semakin menambah wawasan dan kemampuan dalam penggunaan teknologi komunikasi jarak jauh.

Penilik PAUD Kecamatan Peterongan yang juga turut mengikuti kegiatan, Ir. Lilies Anggraini, M.Si. menegaskan bahwa memang dalam BDR harus ada pemahaman. Karena kalau masih membawa pola lama saat tatap muka, dikhawatirkan tidak mencapai hasil pembelajaran yang dikehendaki.

Baca Juga: Perubahan Era Memicu Kekerasan di Sekolah


Liles Anggraini menuturkan, “Dalam BDR sesungguhnya harus dirancang dulu. Pendidik akhirnya bisa menciptakan momentum pembelajaran yang menyenangkan. Begitu juga penyesuaian waktu orangtua di rumah karena sebagai bagian pendukung keberhasilan BDR.”

Kedepannya juga diharapkan ada evaluasi dan formulasi kembali hasil dari menjalankan BDR. Dengan kata lain, upaya penyempurnaan tetap bisa berjalan dengan menyesuaikan kembali terhadap kondisi masing-masing anak didik di tiap lembaga.

Reporter/Foto: Chicilia Risca Y.

Sebelumnya Berikutnya