Rukminingsih, S.S., M.Pd.*

Proses pembelajaran merupakan kegiatan melaksanakan kurikulum suatu lembaga pendidikan agar peserta didik mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Peran guru dalam mencapai keberhasilan proses pembelajaran sangat signifikan. Standar Nasional Pendidikan yang telah ditetapkan mencakup standar isi, standar proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan.

Salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh guru adalah evaluasi pembelajaran. Kompetensi ini sejalan dengan tugas dan tanggung jawab guru dalam pembelajaran, yaitu mengevaluasi pembelajaran termasuk didalamnya melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar. Evaluasi lebih luas ruang lingkupnya daripada penilaian, sedangkan penilaian lebih terfokus pada aspek tertentu yang merupakan bagian dari ruang lingkup tersebut.

Penilaian harus dipandang sebagai salah satu faktor penting untuk menentukan keberhasilan proses dan hasil belajar, bukan hanya sebagai cara yang digunakan untuk menilai hasil belajar. Kegiatan penilaian harus memberikan informasi kepada guru untuk meningkatkan kemampuan mengajarnya dan membantu peserta didik mencapai pengembangan pembelajaran secara optimal.

Salah satu aspek yang perlu dipikirkan adalah aspek assessment atau penilaian karena berdasarkan penelitian kelemahan yang sering muncul pada pembelajaran e-learning adalah cara menilai peserta didik.

Kata pepatah mengatakan bahwa, “ Jangan melihat seberapa banyak anda tahu tapi seberapa baik anda mengetahuinya.”

Pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran melalui e-learning adalah pembelajaran yang harus digunakan saat pandemi Covid-19. Peserta didik tidak melakukan pembelajaran di sekolah namun bukan berarti segala aktivitas pembelajaran mereka libur. Ingat, sekolah tidak tutup namun yang tutup adalah gedung sekolahnya sedangkan peserta didik dan guru tetap melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh.

Tentunya hal ini bukanlah mudah dilakukan baik oleh peserta didik maupun gurunya. Guru harus bekerja keras dalam merancang aktivitas pembelajaran yang bermakna untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berbasis kurikulum yang berlaku. Pembelajaran online bahkan lebih sulit untuk melakukan interaksi antara guru dan peserta didik dibanding dengan pembelajaran tatap muka.

Baca Juga: SMA Negeri Bareng Kekuatan Kata-kata

Salah satu aspek yang perlu dipikirkan adalah aspek assessment atau penilaian karena berdasarkan penelitian kelemahan yang sering muncul pada pembelajaran e-learning adalah cara menilai peserta didik. Banyak penelitian menunjukan bahwa peserta didik lebih mudah meng-copy paste tugas yang diberikan oleh guru baik dari internet maupun pekerjaan temannya sehingga hasil penilaiannya kurang bisa dipertanggungjawabkan kevalidannya. Ada beberapa penilaian berbasis kualitatif untuk menjawab masalah-masalah tersebut sebagai berikut:

Penilaian Berbasis Proyek

Penilaian berbasis proyek (Project Based Assessment) merupakan jenis penilaian yang dapat mencakup berbagai jenis potensi peserta didik yang sesuai dengan sasaran pengembangan kurikulum 2013 yang meliputi ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif. Penilaian berbasis proyek mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, meningkatkan keaktifan, keampuan berkolaborasi, dan meningkatkan ketrampilan berkomunikasi.

Penilaiannya harus dilakukan secara menyeluruh terhadap sikap, pengetahuan, dan ketrampilan peserta didik yang telah dihasilkan peserta didik dalam melaksanakan proyek yang telah diberikan oleh guru. Contoh bentuk penilaian berbasis proyek secara online adalah presentasi melalui Zoom, Google Meet, membuat e-slide presentasi, dan video pembelajaran yang diunggah di Youtube.

Penilaian Berbasis E-Portofolio

Munculnya model pembelajaran dan penilaian portofolio ini untuk menjawab paradigma dari penilaian adalah vonis terhadap peserta didik dengan harga mati, lulus ataupun gagal. Padahal menilai adalah proses mencari informasi tentang pengalaman belajar peserta didik dan informasi tersebut digunakan sebagai balikan (feedback) untuk memelajarkan mereka kembali. Prinsip dasar dari penilaian portofolio yang mengacu pada penilaian proses dan hasil yang berkala dan berkesinambungan, adil, serta dapat melahirkan implikasi sosial inilah yang menjadikan portofolio sebagai jawaban atas permasalahan sistem penilaian pendidikan di Indonesia.

Konsep e-portfolio untuk menjawab tantangan dunia pendidikan terhadap era digital dan bisa diimplementasikan sebagai metode penilaian di masa pandemi Covid-19. Sistem penilaian portofolio berbasis e-portfolio, guru tidak perlu lagi membawa tumpukan lembar kerja peserta didik kemana-mana, cukup dengan mengakses internet dimana pun dan kapan pun sehingga catatan sekaligus dokumentasi pengalaman belajar peserta didik dapat ditangani dengan lebih optimal. Salah satu media yang dapat dimanfaatkan untuk pengaplikasian e-portfolio adalah web-blog atau sering disebut blog saja.

Cara penilaian melalui e-portfolio dengan menggunakan web-blog adalah mintalah peserta didik anda untuk membuat blog dan posting semua penugasan yang diberikan oleh guru sehingga baik guru maupun peserta didik dapat memantau kemajuan perkembangan proses belajar secara online.

Guru membuat jadwal unggah yang mencakup pertanyaan dan penugasan. Peserta didik diminta menjawab pertanyaan di blog guru atau dosen dengan memberikan jumlah kata minimum dan durasi waktu pekerjaan peserta didik diunggah di blog.

Penilaian Berbasis Forum dan Diskusi Online

Forum e-learning memberi peserta didik kemampuan untuk berbagi ide, mengeksplorasi topik dan meningkatkan pemahaman mereka. Diskusi online yang bermakna terjadi secara alami dan peserta didik mengungkapkan tingkat pemahaman. Guru sebagai intruktur sekaligus fasilitator online memandu diskusi online dengan memposting pertanyaan dan pertanyaan yang memancing pemikiran yang kritis.

Cara paling efektif untuk menilai pengetahuan peserta didik secara kualitatif dalam forum e-learning adalah memantau dengan cermat. Catat peserta didik online yang sering berpartisipasi dan mereka yang pasif. Contoh bentuk penilaian berbasis proyek secara online adalah diskusi dalam forum melalui Google Classroom, Google Meet, Whatsapp grup, Telegram grup.

*) Dosen STKIP PGRI Jombang/Mahasiswa Doktoral Pasca Universitas Negeri Semarang.
Sebelumnya Berikutnya