NGUSIKAN –
Usia emas anak didik di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) harus didayagunakan dengan optimal. Hal itu tak lain sebagai salah satu langkah menggali potensi dalam diri anak didik untuk menatap masa depan yang lebih cemerlang.

TK Harapan Ngusikan menyadari bahwa setiap anak memiliki potensi beragam. Adanya pendalaman minat dan bakat pada masing-masing anak didik, akhirnya menemukan satu simpulan aktivitas yang bisa dilakukan secara bersama-sama.

Diungkapkan Kepala TK Harapan Ngusikan, Yuli Parmiati, S.Psi bahwa kebanyakan anak didik di sekolah yang dipimpinnya menggemari seni tari. Alhasil harus disalurkan dengan pembinaan yang tepat serta berkelanjutan, agar menuai hasil maksimal.

Asalkan telaten dan memberikan optimisme di setiap kali tarian yang dipelajari, anak didik bakal penuh semangat menjalankannya, tambah Sri Setya S. Seperti akan dipentaskan di akhir tahun pelajaran atau ketika peringatan hari besar nasional, anak didik berharap menampilkan yang terbaik dengan latihan penuh kesungguhan.

“Tiap akhir pekan selalu ada latihan tari rutin kurang lebih selama satu jam. Apalagi dilatih langsung oleh orang yang berpengalaman, sehingga bisa bernas,” terang Yuli Parmiati.

Sementara itu pelatih tari, Sri Setya S., S.Psi menuturkan memang berbeda ketika melatih tari kepada anak-anak. Perlu pendekatan tersendiri yang harus dilakukan supaya anak didik nyaman mengikuti arahan dengan baik.

Baca Juga: Angka Perceraian Tinggi Bukan Karena Pandemi

Sri Setya S. mengatakan, “Awalnya mereka saya ajak menonton video tari yang akan dipelajari. Harapannya anak didik bisa menyukai dulu, kalau sudah suka maka latihan berjalan benar-benar tulus dari hati mereka.”



Asalkan telaten dan memberikan optimisme di setiap kali tarian yang dipelajari, anak didik bakal penuh semangat menjalankannya, tambah Sri Setya S. Seperti akan dipentaskan di akhir tahun pelajaran atau ketika peringatan hari besar nasional, anak didik berharap menampilkan yang terbaik dengan latihan penuh kesungguhan.

“Memang ada beberapa pakem yang wajib dilakukan. Tetapi tak mutlak mesti persis karena mereka masih belia. Setidaknya tahu dan berupaya menjalankan sebaik mungkin, jangan dijadikan hambatan anak didik berkarya,” tutup Sri Setya S.

Reporter/Foto: Chicilia Risca Y./Istimewa
Sebelumnya Berikutnya