JOMBANG – Menyongsong pola kehidupan baru New Normal sejumlah SMA/SMK di Kota Santri akan melakukan pembelajaran tatap muka langsung. Hal itu tak lepas dari kebijakan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, yakni bagi daerah yang sudah dalam zona oranye dan memungkinkan melangsungkan pembelajaran tatap muka maka diperkenankan.

Pemerintah Kabupaten Jombang pun menyambut baik kebijakan itu, tetapi wajib melakukan uji coba terlebih dulu. Diakui oleh Bupati Jombang, Mundjidah Wahab meskipun masih tahap uji coba, segala protokol kesehatan pemberantasan Covid-19 wajib dipatuhi. Mulai seluruh civitas sekolah masuk pintu gerbang hingga proses pembelajaran berlangsung.

“Dari hasil rapat koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK, dan pendidikan luar biasa di Jombang, sementara masih tiga sekolah yang ditunjuk untuk melakukan uji coba yakni SMA Negeri 3 Jombang, SMK Negeri Kudu, dan SLB Negeri Balongsari,” terang Mundjidah Wahab.

Mulanya membiasakan pola pembelajaran baru ini akan sulit. Namun kami yakin bahwa bisa menjadikan budaya asalkan semua lini bersinergi dan teguh menjalankan komitmen.

Tak hanya protokol kesehatan yang wajib dijalankan, melainkan penyesuaian lain perlu dibuat. Semisal meniadakan jam istirahat. Untuk itu diharuskan membawa bekal dan membatasi kehadiran peserta didik.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang, Trisilo Budi Prasetyo juga memaparkan lamanya uji coba ini berlangsung hingga dua minggu. Peserta didik yang hadir pun hanya diperbolehkan 25% saja dalam satu kelas. Artinya sekitar 9 sampai dengan 10 peserta didik saja. Demikian waktu pembelajaran tak selama biasanya, ada kembali penyesuaian sehingga guru dituntut dalam mengemas pembelajaran dengan efektif.

Baca Juga: Perubahan Era Memicu Kekerasan di Sekolah

“Lantaran dibatasi jumlah peserta didik yang hadir, maka tidak semuanya dapat mengikuti pembelajaran tatap muka langsung. Dengan demikian dalam waktu bersamaan akan dilakukan dua model pembelajaraan saat itu, diantaranya juga mengaktifkan jalur pembelajaran daring,” tutur Trisilo Budi Prasetyo.

Ketua MKSS SMA Negeri Kabupaten Jombang, Drs. Singgih Susanto, M.MPd. mengatakan pihaknya juga membentuk tim gugus tugas di sekolah yang ditunjuk dengan melibatkan semua komponen yang ada. Tujuannya, selain sebagai supervisi pelaksanaan uji coba nantinya, jika ada pelanggaran akan segera diingatkan dan ditindak. Ditambah melakukan evaluasi setiap harinya.



Singgih Susanto yang juga menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 3 Jombang mengatakan, “Mulanya membiasakan pola pembelajaran baru ini akan sulit. Namun kami yakin bahwa bisa menjadikan budaya asalkan semua lini bersinergi dan teguh menjalankan komitmen.”

Hingga berita ini dilansir dalam pelaksanaan uji coba ditunda dulu, itu karena karena ditemukan satu peserta didik reaktif. Oleh karena itu Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang ingin memastikan semua peserta yang bakal ikut dalam pembelajaran tatap muka dalam kondisi sehat sepenuhnya. Pihaknya tak ingin upaya baik ini malah menjadi klaster baru dalam penularan Covid-19.

Reporter/Foto: Chicilia Risca Y. 
Sebelumnya Berikutnya