JOMBANG – Ketika akan mengawali berwirausaha selalu mengeluh soal memilih jenis usaha yang akan digeluti dan modal. Namun ketika mendengar kiat berwirausaha Hajar Ahmar, permasalahan itu seakan sirna.

Pengusaha kerupuk talas ini mengawali dengan gagasan yang sederhana. Tak turut arus pasar yang sedang berkembang mengenai kuliner. Sebaliknya ia menemukan bahwa talas sejenis umbi-umbian jarang dilirik masyarakat. Kalau selama ini cara pengolahannya hanya dikukus, maka Hajar Ahmar mengubahnya dengan menyesuaikan konteks zaman. Sehingga dapat dinikmati oleh semua kalangan.

“Talas bagi sebagian orang tidak akan dilirik sebagai kudapan yang nikmat. Hanya kalangan tertentu saja yang memang sudah lama menggemari. Tapi kalau diolah dengan cara tepat maka akan menemukan ragam olahan baru dari talas,” terang Hajar Ahmar.

Kepada calon pengusaha di bidang apa pun di Kota Santri jangan takut dalam memulai usaha. Ketakutan tidak akan membawanya kepada kesuksesan. Berpikir itu sebenarnya juga perlu, namun menurut Hajar Ahmar, harus mengarah pada pola pengembangan dan analisa kemungkinan.

Selain belum banyak di pasaran, bahan bakunya terbilang mudah dan tidak memerlukan banyak modal. Hal penting lain menurut lelaki yang tak sampai menuntaskan pendidikannya di sekolah dasar ini adalah membangun relasi sebanyak-banyaknya.

Hajar Ahmar mengakui, “Kerugian dalam usaha itu sesuatu yang biasa. Justru yang luar biasa adalah kemampuan untuk bangkit dan merubahnya menjadi motivasi.”

Oleh karena itu, dia berpesan kepada calon pengusaha di bidang apa pun di Kota Santri jangan takut dalam memulai usaha. Ketakutan tidak akan membawanya kepada kesuksesan. Berpikir itu sebenarnya juga perlu, namun menurut Hajar Ahmar, harus mengarah pada pola pengembangan dan analisa kemungkinan. Sehingga segala permasalahan bisa diatasi sedari dini.

Baca Juga: Lomba Gugus Depan Unggul 2020 Semangat Berprestasi di Tengah Pandemi

Pelajaran yang menarik dari Hajar Ahmar ialah tetap membagi keuntungan kepada sesama dalam bentuk membuka peluang kerja. Karena baginya, meskipun sudah ada teknologi pengolahan modern, dia tetap memilih mengolah talas tersebut secara tradisional. Alasan lainnya, cita rasa kerupuk talas lebih menggoda ketika dikerjakan dengan tangan. Terpenting lagi, bisa mempekerjakan orang lain.

Kerupuk talas buatan Hajar Ahmar sudah tersebar di pelbagai kota di Nusantara, beberapa kota di Jawa Timur dan Jawa Barat sudah menjadi pelanggan tetapnya. Demikian sejumlah kota lain di Pulau Sumatera dan Kalimantan pun menggemari kerupuk talas buatannya.

Bisnis Hajar Ahmad ini dijalankannya di Dusun PlosoKendal, RT. 01 RW.07, Desa Plosogeneng, Gang Masjid ke Timur, Plosogeneng, Jombang. Sementara terkait harga, untuk kerupuk mentah dibanderol harga Rp 30 ribu per kilogram sementara kerupuk matang seharga Rp 50 ribu per kilogram.

Reporter/Foto: Chicilia Risca Y./Istimewa

Sebelumnya Berikutnya