WONOSALAM –
Bagi Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himapudi) Kabupaten Jombang, 15 tahun adalah usia yang masih sangat muda. Walaupun demikian bukan berarti tidak mampu memberikan arti bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) khususnya di Kota Santri ini.

Oleh karena itu, dalam menyongsong masa depan dan kondisi yang saat ini tengah dilanda pandemi Covid-19, Himpaudi Kabupaten Jombang terus berusaha berdaya dengan selalu meningkatkan kualitas kompetensi pengurusnya, baik di kabupaten maupun kecamatan.

Ketua Himpaudi Kabupaten Jombang, Tita Aniqowardani, S.Pd. mengungkapkan, “Penuh rasa syukur kami menyambut pencapaian 15 tahun ini. Hal itu kami wujudkan dengan pelbagai kegiatan, seperti bakti sosial di Panti Asuhan LKSA Yamukhsin, Peterongan pada Sabtu (30/8). Dilanjutkan dengan seminar penguatan keorganisasian pada Sabtu (15/9) di De Durian Park, Wonosalam.”

Harapannya tak lain memupuk kematangan pribadi anggota Himpaudi Kabupaten Jombang dalam beroganisasi. Dengan kata lain adanya seminar ini, kualitas keorganisasisan dan kempemimpinan yang merupakan sebuah amanah dapat diemban dengan baik dan penuh integritas serta istiqomah.

Harapannya tak lain memupuk kematangan pribadi anggota Himpaudi Kabupaten Jombang dalam beroganisasi. Dengan kata lain, tanmbah Tita, adanya seminar, kualitas keorganisasisan dan kempemimpinan yang merupakan sebuah amanah dapat diemban dengan baik.

“Apalagi saat ini pengurus baik di kabupaten dan kecamatan tergolong masih baru. Sehingga harus dibina dengan baik supaya dapat maksimal menjalankannya,” terang Tita Aniqowardani yang menjabat dua periode sebagai Ketua Himpaudi Kabupaten Jombang tersebut.

Menjadi Guru yang Berhasil

Sementara itu ketika penguatan karakter keorganisasian yang dilangsungkan di De Durian Park, Wonosalam seluruh peserta hanyut dalam materi yang diberikan oleh Master Trainer Nasional, Yusron Aminulloh selama lebih kurang 90 menit. Semuanya menyimak dengan baik dan tak jarang tampak teteasan buliran air mata ketika menyadari kedudukannya sebagai pendamping anak didik saat pembelajaran di sekolah.

Baca Juga: SDN Kepuhrejo I Kudu Percantik dan Manfaatkan Gentong Bekas

Yusrol Aminulloah mengatakan, “Guru tidak sepatutnya menempatkan diri sebagai pihak yang paling benar dalam segala aspek sewaktu pembelajaran. Artinya, boleh jadi kendala yang dialami anak didik bisa berawal dari guru atau sebaliknya, kondisi di sekitar lingkungan belajar memang tidaklah mendukung. Sehingga guru mesti memahami terlebih dulu keseluruhan kondisi anak didiknya.”



Oleh karenanya, guna menuju keberhasilan pembelajaran maka kuncinya tak lain adalah kepekaan guru. Adanya kepekaan yang dimiliki guru, dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Tak sebatas mudah mengeluarkan vonis dalam proses pembelajaran yang tengah berlangsung. Tetapi lebih mencari jalan keluar yang dapat menjawab kendala.

“Demikian ketika berorganisasi, dinamikanya tak semulus yang dibayangkan. Pasti akan ada sedikit intrik baik dari dalam maupun luar organisasi. Untuk itu penting sekali ketika memiliki bekal kepekaan terhadap situasi dan kondisi, sehingga bisa lebih menahan diri dan memunculkan solusi yang tepat,” tutup Yusron Aminullah yang juga menjabat sebagai Direktur De Durian Park, Wonosalam.

Reporter/Foto: Chicilia Risca Y.

Sebelumnya Berikutnya