JOMBANG – Peningkatan kualitas di dunia pendidikan terus dilakukan. Seperti yang baru-baru ini digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makariem dengan melakukan Asesmen Kompetensi Minumum (AKM). Harapannya, semakin meningkatkan mutu pendidikan negeri ini dengan ragam jenis pendalaman pengetahuan pada mata pelajaran.

Langkahnya adalah dengan mengganti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menjadi Ujian Berbasis Komputer Daring (UBKD). Memang tak ada mencolok dalam pergantian ini, termasuk pada mekanisme sistem yang dibangun. Hanya saja akan ada yang dibiasakan dalam AKM dengan UBKD yakni metode penilai Coputer Assisted Test (CAT). Dengan demikian akan mencakup ukuran behavior (kelakuan), pengalaman, kemampuan, hingga lebih jauh ke infrastruktur.

Kepala Bidang Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Agus Suryo Handoko, S.Pd.,M.M.Pd menjelaskan, “Kabupaten/kota sebagai pelaksana. Tentunya, akan melalui beberapa penyesuaian dengan sosialisasi UBKD yang sebelumnya membentuk tim koordinator dan proktor. Ditunjuk berdasarkan kemampuan teknologi yang mumpuni serta pengalaman penguasaan aplikasi online sekolah.”

Sejak awal aplikasi sedikit terjeda dan kemudian tak dapat merespon. Tampilannya tampak putih pada layar komputer meski jaringan internet sekolah masih stabil. Artinya server masih perlu pengembangan dan pertimbangan dari beberapa teknis.

Koordinator UBKD jenjang SMP dan SD Disdikbud Kabupaten Jombang, Trisno menuturkan, UBKD belum familiar bagi sekolah dan peserta didik. Pada Kamis (10/9) merupakan langkah perdana untuk melakukan koordinasi bersama tim dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Tujuannya, membedah serta menyimulasikan secara serentak oleh 20 proktor jenjang SMP dan SD setiap kabupaten/kota dengan Zoom. Tinjauan ini sebagai alat ukur kemampuan server dan jaringan yang dimiliki Kemendikbud dan juga setiap sekolah ketika serentak online dalam aplikasi.

“Sejak awal aplikasi sedikit terjeda dan kemudian tak dapat merespon. Tampilannya tampak putih pada layar komputer meski jaringan internet sekolah masih stabil. Artinya server masih perlu pengembangan dan pertimbangan dari beberapa teknis,” ungkap Trisno.

Baca Juga: 15 Tahun Himpaudi Kepekaan Berorganisasi Menjadi Kunci

Ditegaskan oleh Tim Teknis UBKD Kabupaten Jombang jenjang SMP, Robert Davitson, S.E.,S.Pd., kunci terselenggaranya UBKD dengan lancar serta sesuai harapan adalah setiap sekolah memperhatikan koneksi internet yang kuat. Minimal 20 Megabits per second (Mbps) pada setiap server dan maksimal 50 Mbps. Ketentuannya ialah pada satu ruangan laboratorium komputer harus tersedia idealnya 50 Mbps.

Robert Davitson mencemaskan ketika simulasi perdana server langsung down. Padahal koneksi internet stabil walaupun digunakan hingga 20 operator. Sehingga perlu perbaikan server tersebut. Selanjutnya baru dapat ditelaah aplikasi yang bakal digunakan di UBKD.

Reporter/Foto: Chicilia Risca Y./Istimewa

Sebelumnya Berikutnya