JOMBANG – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bidang pendidikan di Kota Santri yang masih di bawah angka nasional memantik kegelisahan Forum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FPKBM) Kabupaten Jombang. Rendahnya angka IPM pendidikan itu salah satunya mengindikasikan bahwa banyak anak-anak yang putus sekolah.

Sebagai tindak lanjut agar angka IPM pendidikan di Kabupaten Jombang meningkat, maka FPKBM mengagas program bertajuk Balik Sekolah Maneh atau yang kemudian disingkat Balsem. Program ini memberikan kesempatan pada masyarakat yang sudah lewat usia sekolah namun memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan dalam Program Paket Belajar (Kejar). Ini merupakan program utama PKBM.

Kepala Seksi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter, Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, Disdikbud Kabupaten Jombang, Hari Supriadi, S.Pd mengemukakan, “Untuk mendapatkan data akurat, kami juga akan berkoordinasi juga dengan pihak desa. Karena mereka yang lebih memahami kondisi masyarakat di sekitarnya.”

Meski tanpa biaya, Mustofa berpesan kepada masyarakat yang berminat mengikuti program Balsem untuk menjalani seluruh prosesnya dengan benar.


Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (PAUD dan PNF) siap membantu mengumpulkan data anak-anak atau orang-orang yang berstatus putus sekolah. Juga orang-orang yang tak mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

Data yang didapat itu nantinya dijadikan sebagai pijakan untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat mengenai program Balsem. Data tersebut juga dijadikan sebagai patokan jumlah masyarakat yang seharusnya masuk sebagai warga belajar pada Program Kejar Paket di PKBM.

“Namun jika ada masyarakat yang sudah mengetahui informasi mengenai program Balsem dan berminat untuk mengikutinya bisa langsung menghubungi atau datang ke PKBM terdekat. Tidak perlu khawatirkan mengenai biaya, karena program ini bebas biaya,” terang Ketua FPKBM Kabupaten Jombang, Mustofa.

Meski tanpa biaya, Mustofa berpesan kepada masyarakat yang berminat mengikuti program Balsem untuk menjalani seluruh prosesnya dengan benar. Proses pembelajaran harus diikuti sebagaimana mestinya, tidak hanya datang saat ujian.

PKBM di seluruh Kabupaten Jombang pun telah berkomitmen untuk bersama-sama menyukseskan program ini. Namun kesemuanya sepakat tidak mematok dan menentukan jumlah masayarakat yang tergabung menjadi warga belajar.

“Terpenting adalah niat dan kesungguhannya untuk kembali belajar. Semoga sebelum akhir tahun, dapat segera dijalankan, agar masyakarakat yang terdaftar datanya bisa masuk Dapodik. Namun jika ternyata ada pendaftar yang menyusul, PKBM masih menerima,” papar Mustofa.

Reporter/Foto: Fitrotul Aini

Sebelumnya Berikutnya