JOMBANG – Menghadapi program kerja 2021, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang sudah mempersiapkan sedari saat ini. Salah sataunya perihal penggunaan anggaran sudah diploting, menyesuaikan dengan kondisi sekarang. Oleh karena itu dalam perencanaannya ditekankan pada aspek fleksibelitas menjalankan program kerjanya namun tetap mencapai hasil yang maksimal.

Kepala Sub Bagian Penyusunan Program dan Evaluasi, Disdikbud Kabupaten Jombang, Ana Arisanti, S.E.,M.Si. menjelaskan, “Anggaran 2021 sudah rampung disusun dan dimasukkan dalam sistem. Banyak penyesuaian yang mengalami perubahan untuk Standar Satuan Harga (SSH).”

Diantaranya anggaran untuk honor narasumber Organisasi Perangkat Daerah (OPD) internal masing-masing dihapus. Demikian juga dengan biaya transport Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dalam daerah. Jika dulunya pegawai mendapat Rp 100 ribu, sekarang hanya mendapatkan Rp 50 ribu. Dampak ini dipicu karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menurun drastis akibat diperuntukkan penanganan Covid-19.

Setiap bidang memiliki anggaran kegiatan prioritas dari kegiatannya dengan penyesuaian. Sebagaimana yang diusung dalam visi dan misi pemerintah Kabupaten Jombang saat ini.

“Lalu SPPD luar daerah dipotong 50 persen. Yang dimaksud ialah volumenya. Artinya pelaksanaan yang semula diagendakan sepuluh kali, menjadi lima kali saja. Hal ini untuk menutupi anggaran kurang lebih Rp 80 miliar untuk dana APBD,” pungkas Ana Arisanti.

Ana Arisanti mengilustrasikan bahwa setiap bidang memiliki anggaran kegiatan prioritas dari kegiatannya dengan penyesuaian. Sebagaimana yang diusung dalam visi dan misi pemerintah Kabupaten Jombang saat ini.

“Masih menjadi pertimbangan pada anggaran untuk pembangunan mall pelayanan dan gedung kesenian. Meski anggaran setiap tahun mendapatkan jatah sama, namun ada beberapa kebijakan yang sifatnya fleksibel untuk diberikan kepada OPD, utamanya di lingkup Disdikbud Kabupaten Jombang,” ungkap Ana Arisanti.

Pelaksana Pengadministrasi Perencanaan dan Program, Sub Bagian Penyusunan Program dan Evaluasi, Disdikbud Kabupaten Jombang, Iswahyudi Hidayat, S.Sos. menjelaskan, bahwa ada penambahan dari evaluasi selama pandemi ini yakni anggaran untuk Zoom.

Setiap bulan dianggarkan untuk memfasilitasi sebesar kurang lebih lima juta rupiah guna biaya sewa Zoom. “Lantaran beberapa kegiatan tatap muka Disdikbud Kabupaten Jombang sekarang ini telah beralih dilangsungkan secara virtual “ tutup Iswahyudi Hidayat.

Reporter/Foto: Chicilia Risca Y.

Sebelumnya Berikutnya