JOMBANG – Kelestarian seni dan budaya daerah wajib diwujudkan dengan terus menanamkan kecintaan terhadap generasi penerusnya yang notabene kalangan muda. Apabila terjadi keterputusan dalam mencintai kesenian dan budanyanya, bukan tidak mungkin kesenian itu akan punah tak berjejak.

Menyadari akan hal itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang mencoba melakukan pendekatan persuasif pada kalangan muda Kota Santri terhadap kesenian dan kebudayaannya dalam acara Cangkruk’an Punokawan Virtual Campursari dan Diskusi pada Selasa (25/8) di RTH Hutan Kota Disdikbud Kabupaten Jombang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kebudayaan, Disdikbud Kabupaten Jombang, Anom Antono, S.Sn mengungkapkan, upaya kecil ini memang diperuntukan bagi generasi muda di Jombang yang saat ini tengah disuguhi banyak pilihan akan derasnya arus modernisasi. Oleh karena itu, seluruh penyaji memang dari anak-anak muda yang telah terjun langsung dalam kesenian dan kebudayaan di Jombang.

Dalam periode satu tahun terakhir memang cukup banyak geliat acara dalam upaya melestarikan kesenian dan kebudayaan di Jombang. Seluruhnya coba kami himpun dan fasilitasi dengan baik supaya terus menunjukkan pelitanya.

“Dalam periode satu tahun terakhir memang cukup banyak geliat acara dalam upaya melestarikan kesenian dan kebudayaan di Jombang. Seluruhnya coba kami himpun dan fasilitasi dengan baik supaya terus menunjukkan pelitanya,” terang Anom Antono.

Hanya saja tidak cukup sekedar seremonial begitu kemudian selesai. Namun harus ada keberlanjutan sehingga terbentuk regenerasi yang terus melestarikan kesenian dan kebudayaan. Oleh karenanya, dibutuhkan wahana baru dalam mengenalkannya dan menciptakan rasa cinta. Dengan demikian, kedepan akan mau terlibat didalamnya dengan mengisi pelbagai macam peran yang ada untuk pelestariannya.

Baca Juga: Pergerakan Petani Muda Bangun Stigma Positif dan Bertani Modern


Bahkan sekarang ini sudah dirancang langkah lain mendekatkan kesenian dan kebudayaan asli Telatah Kebo Kicak ini dengan masuk ke institusi pendidikan sekolah. Tidak sebatas pada ujaran materi belaka, melainkan aksi-aksi nyata seperti penggarapan suatu pementasan hingga diselenggarakan ajang berkompetisi. Harapannya kian banyak peserta didik yang mengenal jatidiri kesenian dan kebudayaan tanah kelahirannya.

Liku Panjang Pelestarian Seni Budaya Jombang

Langkah ini mendapat sambutan baik dari pelaku pendidikan di Jombang, salah satunya Guru Bahasa Jawa SMP Negeri 1 Wonosalam, Heri Hendro Wahyudi, S.Pd. Namun demikian, menurutnya, hal itu jangan sepenuhnya diserahkan pada guru di sekolah. Selain wawasan yang terbatas, juga belum memahami secara keseluruhan ketika diminta untuk mempraktikkan.

Untuk itu tidak sekedar memasukan begitu saja ke sekolah, melainkan harus ada desain khusus yang dijadikan sebagai jalur pijakan dalam memberikan pemahaman dan penguatan kesenian dan kebudayaan di Jombang.

“Diketahui sejauh ini cukup banyak kesenian dan kebudayaan di Jombang. Jadi harus difokuskan dulu kemana yang masih ada relefansinya dengan arah pendidikan Indonesia dalam skala besarnya,” ungkap Heri Hendro Wahyudi.



Menanggapi pernyataan tersebut, Kepala Seksi Kesenian, Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabuaten Jombang, Heru Cahyono mengatakan memang ada benarnya juga yang disampaikan Heri Hendro Wahyudi.

Maka nantinya dalam penyusunannya akan dimulai dari bawah, artinya melihat kesepakatan dari guru melalui MGMP Bahasa Daerah maupun Seni Budaya. Selanjutnya baru dirumuskan sistematikanya supaya tak sampai ada kesulitan dalam menjalankannya nanti.

Heru Cahyono menuturkan, “Tak lain upaya ini menjaga kelestarian seni dan budaya Jombang. Peserta didik yang masih usia belia akan mengenal, memahami, dan mempraktikan dengan sendirinya kesenian yang ada di Jombang sesuai dengan kecintannya.”

Sementara itu serangkaian kegiatan pun akan menyertai sebagai penguatan dari hasil pembelajaran di sekolah, tambah Heru Cahyono. Seperti perlombaan atau festival yang disuguhkan dalam kurun waktu tertentu.

Dengan begitu maka peserta didik memiliki kesempatan dalam mengaktualisasikan dan membuka wawasan masyarakat agar tak sebatas memandang sebelah mata keadiluhungan seni dan budaya Jombang.

Reporter/Foto: Fitrotul Aini

Sebelumnya Berikutnya