JOMBANG – Penggunaan Sumber Daya Alam (SDA) untuk keperluan manusia sekarang ini perlu dihemat. Andai dibiarkan tanpa ada strategi efektifitas penggunaan, bukan tidak mungkin akan terjadi kekurangan bahkan kepunahan SDA yang pada akhirnya memberikan kerugian. Seperti dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga yang sekarang ini banyak menggunakan LPG.

Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Jombang menyambut baik wacana pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga yang diinisasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Selain itu perubahan ini pun dapat mengurangi Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) sebab tak lagi menanggung subsidi penggunaan LPG.

“Ketika gas bumi bisa teralir secara langsung, bukan hanya masyarakat yang menerima manfaatnya tetapi juga pemerintah,” tutur Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Alimuddin Baso, ST, M.B.A dalam sambutannya secara virtual pada acara Konsultasi Publik Pembangunan Jaringan Gas Bumi Untuk Rumah Tangga melalui Skema KPBU pada Selasa (15/9) di Hotel Yusro Jombang.

Ketika gas bumi bisa teralir secara langsung, bukan hanya masyarakat yang menerima manfaatnya tetapi juga pemerintah.

Alimuddin Baso menambahkan, ketika jaringan gas telah terpasang sehingga bisa teralir ke masyarakat, paling tidak ada tiga manfaat yang didapatkan. Pertama, mereduksi beban subsidi pemerintah yang besar.

Kedua, efisiensi dalam pengelolaan rumah tangga, karena biaya konsumsi bahan bakar akan jauh lebih murah kurang lebih sebesar 40-60 persen dari konsumsi setiap harinya jika dibanding saat menggunakan LPG tiga kilogram. Dan ketiga, pemanfaatan maksimal SDA yang ada di dalam negeri sehingga tidak perlu lagi mengimpor.

Baca Juga: Kasminah Seniman Macapat Tak Lekang Zaman


Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab yang juga hadir menyatakan bahwa pada 2020 ini sebenarnya Kabupaten Jombang telah didata mendapat bantuan pemasangan jaringan gas sebanyak enam ribu Sambungan Rumah (SR), namun karena terkendala Covid-19, pembangunan ditunda pada 2021. Kecamatan Jombang dan Tembelang menjadi dua wilayah pertama yang akan dibangun pembangungan jaringan gas bumi untuk rumah tangga.

“Banyaknya manfaat yang diperoleh dalam penggunaan gas melalui jaringan. Maka Pemkab Jombang memberikan dukungan sepenuhnya dan siap untuk mempercepat pembangunan jaringan secara masif dalam upaya pengurangan subsidi LPG. Yakni dengan beralih pada penggunaan energi lebih bersih, aman dan efisien pada masayarakat,” ungkap Mundjidah Wahab.



Sementara itu, terbatasnya APBN dalam pembiayaan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga membuat Kementerian ESDM menerapkan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Sistemnya seperti pembangunan jalan tol yang memungkinkan badan usaha turut berinvestasi. Proses pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga di Kabupaten Jombang diawali dengan studi pendahuluan oleh Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi. Dari 21 kecamatan di Kabupaten Jombang, 13 kecamatan yang berpotensi dibangun. Selanjutnya adalah konsultasi publik yang diharapkan bisa mendapat masukan dari berbagai pihak.

Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Pengadaan Pembagunan Infrastruktur Migas, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Wahyudi Akbari, S.T., M.Ak menekankan untuk pemasangan jaringan gas kali ini bebas biaya. Sementara untuk biaya pemakaian rutin disesuaikan dengan penggunaan harian.

Reporter/Foto: Fitrotul Aini

Sebelumnya Berikutnya