NGORO – Bila sudah terlanjur jatuh hati, apa pun rasanya bakal dilakoni. Situasi ini persis yang dirasakan oleh Agus Supriyanto (34), warga Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro. Agus rela merogoh kocek cukup dalam untuk memenuhi hasratnya bermain miniatur truk lengkap dengan pengeras suara yang sedang tren sekarang ini.

Agus Supriyanto bercerita mulanya hobi ini tidaklah sengaja. Yakni berawal ketika anak bungsunya meminta truk miniature. Ayah tiga anak ini pun menuruti permintaan tersebut. Alhasil lama-kelamaan Agus juga jatuh hati ke hobi itu. Dia ikut bermain truk dengan pengeras suara menggedor telinga itu.

“Sekarang ini saya memiliki tiga kerangka miniatur truk. Rinciannya, dua masih sebatas kerangka dan satu sudah disertai bak dan pengeras suara dengan volume bas yang mengguncang gendang telinga,” tutur lelaki yang kerap di sapa Supri ini.

Terkadang dalam perakitannya menyesuaikan juga dengan ajang festival yang diikuti. Bisa menggunakan rangka maupun tidak. Kalau aturannya bodi miniatur truk masih menjadi penilaian, maka dipasang lengkap.

Agus Supriyanto memilih tidak membeli jadi, namun membuat sendiri dibantu oleh teman-teman komunitasnya yang telah berpengalaman. Mulai perakitan kerangka hingga bodi truk itu sendiri. Bahkan mengenai pengeras suara pun ada yang sudah spesialis. Hal itu dikarenakan ruang yang disediakan dalam miniatur truk sangat terbatas, namun harus menghasilkan suara yang nyaring. Untuk itu diperlukan keahlian khusus dalam menyusun rangkaian agar pas.

Agus Supriyanto yang sehari-hari bekerja sebagai penjual sayur ini menjelaskan, “Terkadang dalam perakitannya menyesuaikan juga dengan ajang festival yang diikuti. Bisa menggunakan rangka maupun tidak. Kalau aturannya bodi miniatur truk masih menjadi penilaian, maka dipasang lengkap. Sebaliknya jika tidak, maka bak miniatur truk bisa di copot dan dipasang penuh pengeras suara.”


Baca Juga: Bengkel Bumi di Pondok Pesantren Fathul ‘Ulum Ngoro Merawat Kesehatan Bumi dengan Cara Alami


Itu akan berbeda lagi manakala dalam aturan festival miniatur truk memperhatikan sumber daya yang digunakan. Biasanya kerap menggunakan genset (generator set), tetapi jika diperkenankan maka pemilik mesti menata ulang menggunakan sumber daya lain seperti aki.



Walau cukup banyak rupiah yang harus dikeluarkan, tidak membuat Agus Supriyanto menyudahinya. Apalagi sang istri dan ketiga anaknya malah mendukung hobi tersebut. Karena kalau memenangkan festival ada prestis dan kebanggan tersendiri.

“Alhamdullilah istri dan anak-anak tak mempermasalahkan. Mereka juga sering ikut dan menyaksikan ketika festival. Sekarang ini saya sedang membuat pengeras suara yang lebih menggelegar dan tentunya cukup banyak uang yang dikeluarkan. Namun tidak ada halangan asalkan bisa membaginya dengan baik,” tutup Agus Supriyanto.

Reporter/Foto: Fitrotul Aini

Sebelumnya Berikutnya