JOMBANG – Walaupun masih dalam sutiasi pandemi Covid-19, kualitas pendidikan di Jombang harus terjaga. Oleh karena itu, dalam metode penilaian proses pembelajaran di sekolah sekarang lebih menyelaraskan dengan situasi yang ada. Hal itu tak lain karena keadaan yang berubah dan aturan yang berlaku untuk pembelajaran selama pandemi ini.

Koordinator Pengawas SMP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Drs. Suhariyanto, M.Si. mengatakan memang ada perubahan mekanisme dalam pelaksanaan pengawasan dan penilaian terhadap proses pembelajaran di sekolah ketika pendemi sekarang ini.

Artinya, jika diharuskan ada pertemuan maka harus disesuaikan dan dibatasi kehadairannya. Demikian pula materi penilainnya sudah tak sama seperti sebelumnya, karena ada Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang tentunya instrumennya berbeda.

Penilaian kami meliputi kurikulum pembelajaran, pengembangan silabus, serta Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menggunakan pola PJJ.

“Penilaian kami meliputi kurikulum pembelajaran, pengembangan silabus, serta Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menggunakan pola PJJ,” terang Hariyanto.

Sangat ditekankan kelengkapan data terhadap hasil pembelajaran yang telah berlangsung. Selanjutnya, kepala sekolah dan bagian penjaminan mutu akan menjabarkan data-data pembelajaran selama pandemi. Nah, hal-hal itulah yang kemudian dinilai.

Pengawas SMP Disdikbud Kabupaten Jombang lainnya, Muktar, S.Pd., M.Pd. melontarkan pernyataan senada. Memang, karena meniadakan pertemuan, sehingga diganti dengan pelbagai aplikasi pertemuan virtual.

Muktar mengatakan, “Caranya tiap sekolah mengirimkan data proses pembelajaran yang berlangsung, kemudian dievaluasi dan diberikan catatan hasilnya. Kalaupun dibutuhkan pembinaan akan dijalankan secara virtual dengan penjadwalan terlebih dulu.”

Baca Juga: KB Adinda Megaluh Perkuat Kemampuan Komunikasi Anak Didik


Muktar menambahkan, kalau belum terbiasa akan beranggapan kurang maksimal kalau tidak diimbangi dengan pertemuan. Tetapi justru sebaliknya kondisi ini memberikan sinyal sudah saatnya ada perubahan dan pembiasaan baru untuk menjaga kualitas pendidikan di Jombang.

Sedangkan Pengawas SMP, Disdikbud Jombang yang juga menjajal metode baru ini, Ahmad Taufik, M.Pd menjelaskan, pada dasarnya tak ada kendala berarti dengan hal baru itu. Hanya saja memang butuh membiasakan diri dan meningkatkan inovasi serta keaktifan dalam proses pembelajaran lantaran tak dapat bertatap muka langsung.

Ahmad Taufik menuturkan, “Pada dasarnya semua lembaga sudah baik dalam melaksanakan pembelajaran di tengah pandemi ini. Hanya saja dalam menumbuhkan motivasi belajar peserta didik yang butuh banyak inovasi.”

Untuk itu tidak pada persoalan mencari kesalahan, sebaliknya dalam penilian yang dilakukan pengawas SMP Disdikbud Kabupaten Jombang menitikberatkan pada pencarian jalan keluar.

“Setiap sekolah tentu memiliki permasalahan berbeda-beda, walaupun pada prinsipnya sama tetapi ketika merealisasikan penyelesaiannya harus disesuaikan dengan sumber daya manusia yang dihadapi,” terang Ahmad Taufik.

Reporter/Foto: Chicilia Risca Y./Istimewa

Sebelumnya Berikutnya