JOMBANG –
Mutu sebuah lembaga pendidikan tak lepas juga dari tangan dingin seorang penilik, khususnya pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Santri. Rangkaian program dan proses pembelajaran yang dilakukan oleh lembaga pendidikan PAUD tetap dibawah kontrol penilik. Itu untuk melihat keefektifan hingga kendala yang dihadapinya. Oleh karena itu, kualitas penilik yang mumpuni menjadi dasar kuat dalam memberikan penilaian hingga pendampingan yang tepat.

Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (PAUD dan PNF), Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Siti Arlikah, S.Sos mengatakan, sebelumnya penilik di Kabupaten Jombang kurang mendapatkan kesempatan untuk peningkatan kualitas dan kompetensi. Sehingga sudah waktunya para penilik tersebut mendapatkan tambahan pengetahuan guna mendorong peningkatan kualitas kinerja.

Ketua Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Kabupaten Jombang, Sudarsono, S.Pd menyatakan bahwa Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kompetensi Penilik yang diadakan oleh Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, Disdikbud Kabupaten Jombang mulai Senin (21/9) akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menambah khazanah pengetahuan seluruh penilik yang ada di Kabupaten Jombang.

Sudah waktunya bagi para penilik mendapatkan tambahan pengetahuan guna mendorong peningkatan kualitas kinerja.

“Karena pada dasarnya para penilik ini sehari-harinya sudah melaksanakan tugas sesuai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) yang diatur dalam peraturan pemerintah. Namun sebagai seorang manusia tentu membutuhkan penyegaran guna mendapatkan tambahan ilmu dan pengetahuan yang baru,” ungkap Sudarsono di sela-sela mengikuti Bimtek Penguatan Kompetensi Penilik.

Sementara itu salah satu narasumber Bimtek, Dr. Sri Wahyuni, S.Pd, M.Pd mengemukakan bahwa banyak hambatan yang dihadapi oleh seorang penilik. Diantaranya adalah kesulitan dalam pengembangan profesi.

Baca Juga: SDN Bakalan Sumobito Telurkan Karya Kala Pandemi

“Banyak penilik yang belum mengusulkan naik pangkat atau jabatan khususnya pada jabatan Penilik Madya. Mereka mengalami kesulitan pengembangan keprofesionalan. Selain itu beban tugas dirasakan berat karena rasio jumlah penilik yang tersedia dan banyaknya satuan lembaga binaan tidak seimbang,” ujar Sri Wahyuni.

Untuk itu Sri Wahyuni mendorong para peserta Bimtek untuk tidak menunda dan mulai melaksanakan pengembangan profesi. Beririsan dengan syarat kenaikan pangkat dan jabatan, pengembangan profesional juga dapat dimulai membuat karya tulis ilmiah, membuat buku pedoman, menerjemah, atau menjadi juara dalam sebuah perlombaan.

“Harapannya usai mengikuti Bimtek ini teman-teman mendapat tambahan ilmu dan pengerahuannya. Selanjutnya memunculkan beragam inovasi dalam pembimbingan dan penjaminan pengendalian mutu dan evaluasi di lembaga PAUD dan Non Formal di Kabupaten Jombang,” harap Darsono.

Reporter: Fitrotul Aini

Sebelumnya Berikutnya