Ilustrasi anak sedang bermain ponsel bersama orangtuanya. (ist)


NASIONAL - Sejumlah pertimbangan sebaiknya dipikirkan matang-matang oleh orangtua sebelum anaknya menggunakan ponsel untuk kali pertama. Pasalnya keberadaan ponsel bisa memberi pengaruh buruk bagi si buah hati, di samping kegunaannya sebagai alat komunikasi.

Di zaman yang sudah serba modern, anak memang membutuhkan ponsel supaya dapat berkomunikasi, belajar, maupun sarana hiburan. Namun, jangan sampai gawai yang satu ini menjadi bumerang bagi orangtua karena anak menyalahgunakan ponsel.

Tanyakan dulu kepada diri sendiri

Penulis First Phone, Dr. Catherine Pearlman punya sejumlah pertanyaan yang dapat ditanyakan orangtua kepada dirinya sendiri. Hal itu penting untuk diperhatikan supaya orangtua memahami seberapa butuhnya anak terhadap ponsel. Berikut ini di antaranya:

Apakah anak memiliki kebutuhan khusus untuk memiliki ponsel?

Pearlman mengatakan bahwa ponsel bisa diberikan kepada anak apabila ada kebutuhan khusus. Misalnya anak yang akan ditinggal di rumah atau berangkat ke sekolah sendirian.

- Apakah anak bisa menerima aturan pembatasan waktu melihat layar?

- Apakah anak bisa bertanggung jawab apabila memegang barang-barang penting?

- Seberapa terbukanya anak untuk belajar dan mendiskusikan topik seputar pendidikan digital?

Dr. Catherine Pearlman mengatakan pertanyaan yang ia berikan dapat membantu orangtua untuk mengetahui apakah anaknya benar-benar bertanggung jawab ketika memegang ponsel. Itu juga termasuk dialog antara anak dan orang yang penting untuk menetapkan keterlibatan kebih lanjut setelah ponsel dibeli.

Faktor yang harus dipertimbangkan

Pearlman mengatakan, setelah pertanyaan yang sudah disebutkan mereka dapat mempertimbangkan faktor kekhawatiran jika anak sudah memiliki ponsel. Seperti yang berikut ini:

- Anak bisa menjadi korban predator atau penipuan secara online. Hal ini perlu diingat lantaran orang yang sudah dewasa pun bisa bernasib sama

- Mempertimbangkan jejak digital anak, caranya berbagi data, dan akun apa saja yang dimiliki

- Memikirkan dampak jika anak terpengaruh media soial, cyberbullying, dan kecanduan bermain ponsel

- Apa saja media sosial yang dimiliki anak, aktivitas yang dilakukan, konten yang ditonton, dan cara bermedia sosia

- Mempertimbangkan pengaruh yang diterima anak, pemahamannya terhadap influencer yang beriklan.

Dalam hal ini, Pearlman mengatakan bahwa orangtua yang peduli sebaiknya membangun percakapan yang terbuka dan jujur dengan si buah hati. Ada baiknya juga orangtua membicarakan cara menggunakan ponsel secara aman bagi anak. Hal-hal yang harus diperhatikan, antara lain:

- Mengajak anak bermain role play untuk memberikan pemahaman bahwa tidak semua pengguna internet merupakan teman

- Memberikan aturan bagi anak, seperti batas penggunaan atau cara mengisi daya ponsel

- Memperkenalkan konsep penipuan, phising, dan predator sehingga anak tahu apa yang harus dicari dan informasi yang tidak boleh dibagikan.

Dr. Catherine Pearlman mengatakan ketika anak sudah nyaman dengan ponselnya, saya juga memberi pemahaman apa saja yang sebaiknya memerlukan persetujuan. Itu mencakup berbagai gambar dan informasi tentang seseorang yang memerlukan izin, sexting, media sosial, dan pengaruh ponsel terhadap kesehatan mental.

Waspadai bahayanya

Orangtua sebaiknya tidak sekadar mengingatkan anaknya tentang bahaya penggunaan ponsel. Pasalnya anak bisa saja terpengaruh sehingga memberikan dampak buruk bagi dirinya sendiri maupun relasi dengan orangtua. Ada sejumlah tanda yang bisa diketahui jika penggunaan ponsel oleh anak sudah berbahaya, yakni:

- Anak jarang melakukan kegiatan yang disukai atau jarang bertemu teman.

- Anak bisa saja menjauh dari kehidupan sosialnya.

- Orangtua bisa memperhatikan perubahan perilaku anak atau tanda kecemasan dan tertekan.

- Kurangnya motivasi untuk melakukan kegiatan lain, kecuali bermain ponsel

- Anak menutup-nutupi apa yang ada di ponsel mereka atau menggunakan gawai ini secara diam-diam.

Sumber/Rewrite: kompas.com/Tiyas Aprilia

Lebih baru Lebih lama