Lailatuz Zakiyah saat membersamai anak didiknya. (Rabitha)


JOMBANG – Banyak ide yang bisa digunakan dalam menyusun sebuah Karya Tulis Ilmiah (KTI). Selain himpunan pengalaman yang cukup banyak, tak lain juga karena dalam satuan pendidikan berinteraksi dengan banyak latar belakang individu. Membuat ragam ide yang bisa digunakan dari sebuah hasil pengamatan, komunikasi, atau upaya pemecahan masalah dengan pencarian solusi.

Seperti kisah Lailatuz Zakiyah, S.Psi yang menjadikan masalah kedisiplinan dan keadaan sosial di lingkungan satuan pendidikan sebagai ide menulis KTI hingga mampu meraih predikat Juara II Kepala TK Berprestasi Kabupaten Jombang tahun 2022.

Seringnya mengikuti pelatihan yang mengharuskannya mengerjakan tugas di akhir membuatnya kian lihai dalam mengolah setiap kata hingga menjadi sebuah KTI.

Ditemui disela kesibukannya sebagai Kepala TK Al-Iman Jombang, Lailatuz Zakiyah, S.Psi mengisahkan sebenarnya ide membuat KTI dengan judul Program 1 Hari 1 Kilogram Beras Penerapan Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di TK-Al Iman Jombang telah terbesit sejak tahun 2007. Saat itu berawal dari menelaah banyaknya warga di lingkungan satuan pendidikan yang masih membutuhkan bantuan seperti fakir miskin dan yatim piatu. Sehingga tergerak untuk membantu melalui program infak.

Baca Juga: P5: Pahami Terlebih Dahulu Dimensinya

Perempuan yang akrab disapa Bu Zaki itu mengatakan, “Saat itu juga terdapat masalah lainnya yang dihadapi, yakni perihal kedisiplinan wali anak didik dalam menjemput buah hatinya di satuan pendidikan. Awalnya hal tersebut terkesan lumrah, namun lambat laun kian banyak hingga sedikit memengaruhi aktifitas dan pekerjaan lain yang harus dituntaskan guru.”



Akhirnya timbul kebijakan bahwa wali anak didik yang terlambat menjemput akan dikenakan denda Rp. 5000 setiap harinya, imbuh perempuan murah senyum itu. Tentu kebijakan tersebut berujung pro dan kontra, kendati demikian semua berjalan baik dan lancar setelah dilakukan musyawarah dan memberikan pengertian kepada wali anak didik bahwa hasil denda tersebut digunakan untuk santunan orang yang tidak mampu di sekitar satuan pendidikan.

Lailatuz Zakiyah. (Rabitha)

“Hingga kini program tersebut terbilang sukses dilaksanakan. Ibarat kata sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, masalah keterlambatan menjemput perlahan teratasi juga perihal membantu warga juga dapat lebih maksimal. Hal tersebut dikembangkan dengan program lanjutan yaitu sedekah satu hari satu kilogram beras yang dilakukan guru yang mengajak langsung anak didik dalam menyalurkannya,” ujar perempuan berusia 51 tahun itu.

Selanjutnya dalam merubah sebuah pengalamannya menuntaskan masalah tersebut hingga menjadi sebuah KTI dilakukannya hanya dalam jangka waktu dua minggu saja. Hal tersebut terkesan mudah lantaran sudah menjadi kebiasaanya menulis catatan maupun mencicil KTI disela kegiatan bahkan saat di tengah perjalanan sekalipun. Selain itu, seringnya mengikuti pelatihan yang mengharuskannya mengerjakan tugas di akhir membuatnya kian lihai dalam mengolah setiap kata hingga menjadi sebuah KTI.

Reporter/Foto: Rabitha Maha

Biografi Lailatuz Zakiyah


Pendidikan : S1 Psikologi Undar Jombang dan sendang menempuh S2 Manajemen PAUD di

Universitas Negeri Surabaya.

Tokoh Idola : Nabi Muhamad SAW dan KH. Hasyim Asyari

Moto hidup : Lakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya, selanjutnya biar Allah SWT yang

menentukan kebaikan tersebut.

Jabatan :

a. Pendiri PAUD Al-Iman dan Kepala TK Al-Iman Jombang

b. Ketua Komunitas PSP 2 PAUD Kabupaten Jombang

c. Ketua Program Outing Class Aswaja PAUD PP Tebuireng Jombang

d. Pengawas Majlis Ta’lim Ulul Azmi Jombang.

Prestasi :

a. Menerbitkan buku berjudul Resiliensi Anak didasari Orangtua Resilien.

b. Menjadi Kepala Satuan Pendidikan Penggerak tahun 2022

c. Juara III Kepala TK Berprestasi Kabupaten Jombang Tahun 2021

d. Juara II Kepala TK Berprestasi Kabupaten Jombang Tahun 2022

Lebih baru Lebih lama