PERAK – Mereka yang mengharumkan nama sekolah patut mendapat apresiasi setinggi langit. Hal itu diharapkan dapat memotivasi siswa lain untuk terus berprestasi. Pemandangan tersebut tampak saat kontingen futsal SDN Gadingmangu 2 dipersilakan mengangkat dua trofi juara bergengsi di atas panggung sebelum kegiatan adu bakat siswa, Jumat (17/7/2026).
![]() |
| Dewan guru, kontingen futsal, dan pengawas SD berfoto di depan dua trofi. (MSP/Adit) |
Dua trofi yang dipamerkan
itu ialah trofi Juara 1 OFS League antarkabupaten tingkat Provinsi Jawa Timur
dan Juara 1 OFS League se-Kabupaten Jombang. Trofi tersebut sengaja dipamerkan
untuk memacu semangat dan motivasi siswa lain di SDN Gadingmangu 2 agar terus
berprestasi. Tak hanya itu, penampilan trofi tersebut juga menjadi penutup rangkaian
MPLS yang berlangsung selama lima hari berturut-turut.
Yuk baca: Unjuk Siswa Berbakat di MPLS Hari Keempat SDN Kwaron 1 Diwek
Ketua Pelaksana MPLS,
Sariati, S.Pd., menjelaskan bahwa penampilan angkat trofi kontingen futsal SDN
Gadingmangu 2 menjadi semacam demo ekstrakurikuler di SDN Gadingmangu 2.
“Tujuannya tidak hanya
sebagai ajang penampilan siswa, tetapi juga mendorong regenerasi bagi siswa
lainnya,” imbuh Sariati.
| Penampilan tari remo boletan. (Adit/MSP) |
Tak hanya itu, Sariati juga
menuturkan bahwa dua trofi persembahan kontingen futsal SDN Gadingmangu 2 sebagai ajang
branding sekolah. Menurutnya, pihaknya tak perlu bersusah payah membranding
diri sebagai sekolah juara. Dengan branding sekolah karakter, ia mampu meraih
jawara.
“Hasil ini membuktikan
bahwa branding sekolah karakter dapat dipadukan dengan hasil kejuaraan lomba di
tingkat regional. Hal ini semacam menjadi nilai plus bagi SDN Gadingmangu 2
yang mayoritas civitas akademikanya berasal dari Pondok Pesantren Gadingmangu,”
jelasnya.
Mari baca: MPLS di SMP ada Damkar dan Materi Moderasi
Sebelum mengangkat dua
trofi di atas panggung, terlebih dahulu, parade drumband SDN Gadingmangu 2 mewarnai
penutupan MPLS Ramah 2026 kali ini. Setelah itu, siswa melaksanakan adu bakat di atas panggung.
| Iringan pawai drumband dan rombongan peserta MPLS. (MSP/Adit) |
Ihwal pelaksanaan adu bakat,
Kepala SDN Gadingmangu 2, Anton Dwi Kurniawan, S.Pd., menuturkan bahwa adu bakat
siswa merupakan program pengembangan dari kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu,
mereka yang beradu bakat mayoritas pernah menjuarai perlombaan, yaitu FLS3N
atau perlombaan lainnya.
“Jadi, dua trofi yang kami tampilkan sebelum adu bakat siswa adalah cara kami menunjukkan ikon ekstrakurikuler futsal andalan sekolah kami,” pungkasnya. - Dimas Bagus Aditya/*
Selengkapnya baca di Majalah Suara Pendidikan Cetak Edisi 156/Agustus 2026. Berlangganan di sini.
