![]() |
| Sepincuk Kikil Jombang. (ist) |
JOMBANG – Sebuah makanan ternyata bisa membawa dampak yang sangat besar. Melalui makanan khas, suatu daerah menjadi lebih dikenal oleh banyak orang. Tentunya kita semua kenal dengan gudeg ataupun pempek, tanpa menyebut daerahnya kita sangat tahu bahwa makanan itu berasal dari Yogyakarta dan Palembang. Sementara, di Kota Santri, apakah kamu mengetahui makanan apa yang menjadi kuliner khasnya?
Baca: Tahu Campur Mas Fai Cocok Jadi Pilihan Menu Makan Siang
Banyak yang belum tahu, bahkan mempertayakan kuliner khas daerah ini, baik oleh masyarakat Jombang sendiri ataupun wisatawan luar daerah. Padahal, ada banyak warung legendaris di Jombang, tapi belum ada yang benar-benar bisa merepresentasikannya menjadi kuliner khas Jombang.
Apakah kamu tahu di Mojosongo ada masakan lengendaris yang masih tetap ada hingga saat ini? Ya benar, di Mojosongo yang dikenal sebagai sentra kikil masyhur rupa. Kikil di kampung itu dipopulerkan oleh Warung Kikil Bu Tandur dan Bu Ida.
“Kedua warung ini berdiri berdampingan, dan banyak warga dari luar Jombang yang rela datang hanya untuk menikmati kuliner kikil dari Mojosongo,” ungkap Kepala Bidang Kearsipan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang, Bambang Suhartono, S.Sos.,M.M., (27/04).
Simak dulu: Nasi Jagung Bu Mujiati Ratusan Porsi Habis dalam Tiga Jam
Sebagai upaya memperkenalkan identitas kuliner khas Jombang pada generasi muda Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang menggagas penerbitan buku berjudul “Sejarah Kuliner Jombang Jejak Kikil Mojosongo Warisan Rasa Sejak Zaman Kolonial di Jombang.
“Buku ini disusun atas permintaan Bu Yuli Warsubi agar Masyarakat Jombang mengenal cita rasa kuliner khas Jombangan yang kondang ini,” ungkap Bambang Suhartono.
Berbagai upaya sudah dilakukan, pengambilan data dilakukan melalui wawancara dengan generasi ketiga pendiri warung Kikil Legendaris Mojosongo yaitu Siti Munazila dan Siti Munawaroh.
“Kami ingin kuliner khas jombang ini kedepan bisa dikemas menjadi kikil sarden, tujuannya agar kikil tidak mudah basi dan dapat dibawa berbagai kalangan masyarakat jombang maupun luar jombang sebagai oleh-oleh khas dari Kota Santri,” pungkas Bambang Suhartono. - Wahyu Rahmat Hidayat/*
