Kebersihan sebagian daripada iman.
![]() |
| Upacara pembukaan MPLS. (ist) |
MOJOAGUNG – Motto tersebut
mulai dibudayakan di SDN Kademangan 3, Kecamatan Mojoagung. Semangat itu
sejalan dengan pelaksanaan hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)
Ramah 2026 yang mengusung tema Menumbuhkan Perilaku Positif, Hidup Bersih, dan
Sehat.
![]() |
| Wahyu Istichomah. (ist.) |
Kepala SDN Kademangan 3, Wahyu Istichomah, S.Pd., menuturkan bahwa penerapan hidup bersih dan sehat sesuai dengan salah satu poin dalam gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), yakni membiasakan makan sehat dan bergizi. Gerakan yang dicanangkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti pada 2024 itu bertujuan membentuk karakter serta kebiasaan positif peserta didik sejak dini.
“Membiasakan perilaku yang berpikiran positif perlu ditanamkan sejak dini. Untuk itu, hari kedua pelaksanaan MPLS kami memfokuskan kegiatan pada perilaku PHBS,” tutur Wahyu Istichomah, kepada Majalah Suara Pendidikan, pada Selasa (15/7/2026).
MPLS di SDN Kademangan 3
dilaksanakan selama lima hari berturut-turut. Saat ini, kegiatan tersebut telah
memasuki hari ketiga. Pada hari pertama, MPLS diawali dengan penyambutan siswa
baru oleh dewan guru. Diiringi alunan musik ceria, para siswa baru kemudian
diarahkan menuju lapangan upacara.
“Setelah itu, pembawa acara
membuka kegiatan dengan ‘Tepuk Ceria’: Prok… Prok… Prok… Aku Hebat! Aku
Semangat! Aku Siap Belajar! Tepuk ini langsung mencairkan suasana dan membuat
anak-anak tertawa lepas,” aku Wahyu Istichomah.
Kegiatan dilanjutkan dengan
penyematan tanda peserta kepada perwakilan siswa sebagai simbol bahwa mereka
resmi menjadi bagian dari keluarga besar SD Negeri Kademangan 3.
![]() |
| Penyematan tanda peserta MPLS. (ist.) |
“Kami juga memperkenalkan
guru dan tenaga pendidikan dengan cara kreatif. Ada yang pakai yel-yel, ada
yang memakai salam khas. Tak ayal tawa pun pecah di sana-sini,” sahut Wahyu,
sapaan akrabnya.
![]() |
| Berpose di photo booth. (ist) |
Sementara itu, pada hari
ketiga MPLS, siswa diajak menonton video animasi Stop Bullying menggunakan
Interactive Flat Panel (IFP) sebagai upaya mencegah perundungan di lingkungan
sekolah.
“Untuk mencegah dan
meminimalisir bullying di antara siswa, maka kami menggelar nonton bareng
animasi “Stop Bullying”,” tutup Wahyu. - Dimas Bagus Aditya/*



