![]() |
| Penjelasan guru mengenai MPLS Ramah 2026. (Wahyu) |
JOMBANG – Hari pertama masuk sekolah sering menjadi momen yang mendebarkan bagi anak-anak. Terutama saat mereka akan menempuh pendidikan dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke jenjang pendidikan sekolah dasar (SD). Masa transisi semacam ini patut dicermati agar tidak mengganggu kondisi psikologi anak.
Suasana itulah yang menjadi perhatian SDN Jabon 2 Jombang, alih-alih mengawali dengan kegiatan yang kaku, sekolah mengusung tema “Selamat Datang di Rumah Keduaku” sebagai cara membangun rasa aman dan nyaman bagi peserta didik baru.
Yuk baca: Game Gelium dan Tes Kognitif Warnai MPLS Hari Ketiga di SDN Banjarsari Bandarkedung Mulyo
Guru SDN Jabon 2 yang juga merupakan ketua MPLS tahun ini, Nihayatul Husna, S.Ag., mengatakan seluruh guru berusaha menyambut siswa dengan hangat dan menciptakan suasana yang menyenangkan.
“Hari pertama dan kedua kami ingin membuat anak merasa nyaman dulu dilingkungan sekolah, karena kedepan tempat ini yang akan menjadi rumah kedua bagi mereka, jangan sampai ada rasa ketakutan dilingkungan ini, baik teman baru maupun guru disekolah. Maka dari itu kami mengemasnya dengan permainan Detektif Cilik, mereka kami ajak mengenal lingkungan sekolah, teman baru dan juga guru dengan cara yang menyenangkan,” ujar guru sejak tahun 2020 itu, (14/07).
Baca juga: Menilik MPLS Ramah di Pelosok Jombang
Memasuki hari ketiga, sekolah mulai mengenalkan berbagai peraturan yang berlaku dilingkungan sekolah. Tidak hanya siswa baru, seluruh peserta didik juga Kembali diingatkan mengenai pentingnya disiplin dan tata tertib sekolah.
![]() |
| Pemasangan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. (Wahyu) |
Pada hari keempat, siswa diajak untuk mengembangkan kreatifitas sekaligus menanamkan karakter melalui berbagai aktifitas, mulai dari menyanyikan lagu Profil Pemuda Pancasila, membaca buku cerita, hingga menonton film edukasi tentang pencegahan perundungan atau bullying.
Mari baca: Semi Parenting Sinergikan Kolaborasi di MPLS Hari Pertama SDN Perak I
Puncak kegiatan MPLS digelar dengan apel penutupan yang dikemas dengan suasana meriah. Seluruh kelas akan menampilkan berbagai pertunjukan seni pada panggung gembira yang telah dipersipakan sejak awal pekan ini.
“MPLS tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, kegiatannya juga lebih banyak. Tahun ini ada panggung gembira dengan pertunjukan tari dari masing-masing kelas, sehingga MPLS ditutup dengan acara yang meriah dan penuh kegembiraan,” ungkap perempuan domisili sambung dukuh itu.
Baca dong! Gairah Olahraga Panjat Tebing di Jombang
![]() |
| Foto bersama seusai kegiatan MPLS. (Wahyu) |
Sementara itu, Guru Kelas 1, Naili Husnayeni S.Pd.I., mengatakan bahwa peserta didik tahun ini mengalami peningkatan, dari empat anak menjadi tujuh anak pada tahun ajaran baru, perubahan cukup menggembirakan juga terlihat dengan karakter mereka yang lebih aktif.
“Tahun lalu ketika anak-anak diajak bernyanyi, anak-anak cenderung diam sehingga saya sering bernyanyi sendiri. Alhamdulillah tahun ini berbeda. Mereka lebih aktif, berani bernyanyi, senang mengikuti kegiatan kreatif, dan antusias dalam setiap aktivitas,” kata guru yang mulai mengabdi di SDN jabon 2 sejak 2014 itu. - Wahyu Rahmat Hidayat/*


