![]() |
| Upacara api unggun Pramuka di MTsN 3 Jombang. (ist) |
JOMBANG, MSP - Pramuka merupakan suatu kegiatan positif dalam membentuk karakter yang baik. Pramuka tidak hanya sekedar kegiatan baris berbaris, mendirikan tenda dan kegiatan api unggun, namun lebih dari itu. Kegiatan pramuka menyiapkan bekal anak untuk siap hidup, kuat mentalnya, kuat fisiknya, juga kuat karakternya.
Sebagaimana kita ketahui, sejak tahun 2006 Presiden telah mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Tujuannya, antara lain, untuk menghidupkan kembali Gugus Depan sebagai satuan pendidikan terdepan Gerakan Pramuka. Sehingga tercapai Gerakan Pramuka yaitu; Terbentuknya karakter kaum muda, meningkatnya semangat kebangsaan, dan meningkatnya ketrampilan kaum muda. Kegiatan ini bisa dijembatani dengan menyelesaikan program yang ada pada Buku Aktivitas Pramuka yang sering disebut buku SKU ( Syarat-syarat Kecakapan Umum ) Pramuka. Buku kecakapan ini berdasarkan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 198 Tahun 2011 tentang Petunjuk Penyelengaraan Syarat Kecakapan Umum, bahwa berisi berbagai aktivitas pengembangan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik Pramuka, serta aktivitas pengembangan karakter.
Madrasah sebagai tempat untuk mentranfer berbagai disiplin ilmu. MTs Negeri 3 Jombang yang berada dilingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, sangat mendukung kegiatan Pramuka di laksanakan di Madrasah. Terbukti Pramuka menjadi salah satu kegiatan ektrakurikuler dari 27 cabang kegiatan yang dilaksanakan setiap hari selasa. Dan setiap tahun ajaran baru ada kegiatan penerimaan tamu galang Pramuka.Beberapa alasan bahwa penting sekali Pramuka diberikan di MTs Negeri 3 Jombang karena
1. Melatih Karakter dan Sikap
Lewat Dasa Dharma dan Tri Satya. Anak belajar disiplin, jujur, peduli, berani, bertanggung jawab, dan bergotong royong.
2. Melatih Kemandirian dan Survival skill
Di Madrasah diajarkan teori. Di Pramuka diajarkan praktek, misalnya : bikin tenda, masak di alam, P3K, navigasi, semaphore. Bahkan misalnya jika ada lampu mati, banjir, maupun tersesat anak Pramuka lebih tenang karena sudah dilatih.
3. Melatih Kerja Sama Tim
Pramuka mengajarkan tidak boleh egois, harus bisa bagi tugas, saling percaya, dan bisa bekerjasama.
4. Melatih Kepemimpinan Sejak Dini
Menjadi Danton, Pradana, Ketua Regu , belajar berbicara di depan, berani mengambil keputusan, bertanggung jawab kepada anggota, merupakan leadershipnya dari Pramuka.
5. Seimbang Otak, Fisik, Sosial, dan Spiritual
Dengan Pramuka anak keluar ke alam, bergerak badan, bertemu orang baru, belajar budi pekerti, menjadi luwes dalam bersosial dengan masyarakat.
Nah, salah satu yang paling siap jadi “ pengubah “ itu adalah Anak-anak Pramuka. Pramuka yang dilahirkan 14 Agustus 1961, tujuannya jelas, membentuk kader bangsa yang beriman, berahlak, cinta tanah air, siap membela negara. Penjajah dahulu merampas fisik bangsa. Penjajah sekarang merampas mental; malas, tidak peduli, tidak beriman. Maka Pramuka harus bisa menjadi benteng. Merdeka bukan akhir perjuangan. Merdeka adalah awal tanggung jawab. Maka peran Pramuka dalam mengisi Kemerdekaan antara lain:
1. Penjaga Persatuan “ Bhineka Tunggal Ika”
Kemerdekaan akan rapuh kalua kita terpecah. Pramuka melatih kita ; beda regu, tetap satu Gugus Depan. Beda suku, tetap satu Indonesia. Contoh persatuan sejati, Rasulullah Muhammad SAW mempersatukan Muhajirin dan Anshar.
2. Pengerak Kemandirian “ berani, mandiri, tanggung jawab”
Dahulu para pejuang merdeka mandiri. Membuat bambu runcing sendiri, memasak sendiri, berjalan kaki berkilo kilo meter, gampang dipecah belah. Maka mengisi Kemerdekaan tidak boleh jadi bangsa peminta, zaman sekarang harus punya skill, adab, dan mental baja. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad, “ tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah “
Penjaga Negeri “ Cinta Tanah Air Bagian dari Iman “
Hublul waton minal iman. Cinta tanah air bagian dari iman. Mengisi Kemerdekaan bukan teriak keras, tapi : di sekolah misalnya menjalankan disiplin, taat peraturan, rajin belajar adalah bentuk nyata. Di masyarakat misalnya ikut bergotong royong, melaksanakan bakti sosial, menjaga lingkungan bersih indah nyaman dan aman. Di diri sendiri misalnya menjauhi narkoba, menjaui miras, menjauhi tawuran, menggunakan HP tanpa batas.
Merdeka !!! Terus melangkah …. Tunjukkan bahwa Pramuka bukan hanya pandai baris berbaris, tetapi juga pandai membangun negeri.
Penulis: Malikah Busonowati, Guru MTsN 3 Jombang

