![]() |
| Violita Isti Anindhita Putri. (Adit) |
MOJOAGUNG – Usianya baru sepuluh tahun. Dia pun masih duduk di bangku kelas tiga SD. Tapi, siapa sangka, gadis mungil itu, pandai mengasah imajinasinya hingga piawai merangkai kata. Konon, kemampuannya tersebut tak lepas dari kebiasaannya melihat sang ibu gemar membaca buku di rumah. Ibarat buah jatuh tak jauh dari pohonnya, pepatah itu tampaknya berlaku bagi Violita Isti Anindhita Putri.
“Saya senang membaca buku. Di rumah ada banyak buku, mulai dari komik, cerita bersambung, hingga buku cerita bergambar, serta berbagai jenis buku lainnya,” kata Violita, yang tampak malu-malu saat diwawancarai Majalah Suara Pendidikan, Senin (15/6/2026).
Yuk baca: SMPN 1 Wonosalam Raih Medali dan Predikat Sekolah Inspiratif
Berbekal berbagai buku yang tersedia di rumahnya, bocah asal Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung, itu mulai menuangkan imajinasinya dalam selembar kertas. Tak ayal, goresan tangannya terlihat elok dan rapi ketika dibaca dan dilihat sekilas.
“Jika ada uang lebih, Mama selalu membeli buku. Karena penasaran, saya pun ikut membaca buku-buku yang dibelinya,” imbuh Violita.
Baca dong: Wow… Outing Class di Sekolah Ini, Belajar Menanam Cabai hingga Merawat Tanaman!
Berkat tulisan tangannya yang rapi dan daya imajinasinya yang kuat, Violita terpilih mewakili SDN Johowinong I dalam ajang FLS3N SD tingkat Kecamatan Mojoagung. Pada kompetisi tersebut, ia berhasil meraih Juara 1 lomba menulis cerita.
Prestasi itu mengantarkannya mewakili Kecamatan Mojoagung pada FLS3N tingkat Kabupaten Jombang. Meski menjadi peserta termuda, Violita tidak merasa minder. Bahkan, ia kembali menorehkan prestasi dengan meraih Juara 1 tingkat kabupaten.
Saat ditanya dari mana ia mendapatkan inspirasi untuk menulis, Violita memberikan jawaban sederhana dan cukup masuk akal di era kemajuan digital.
“Cukup dengan menonton televisi dan melihat media sosial di handphone ayah, saya bisa menemukan berbagai ide untuk menulis,” gumam Violita.
Mari baca: Roda Street Carnival SDN Ngoro 2, Rayakan Kemerdekaan dalam Keberagaman
Lalu, siapa sosok dibalik keberhasilan Violita? Menurut Guru Kelas III, Siti Nur Laila, S.Pd., ibu Violita merupakan mentor yang selama ini mendampinginya menjelang kompetisi. Tak heran jika kemampuan merangkai kata yang dimiliki Violita tampak mengalir dari sosok sang ibu.
“Pihak sekolah memang turut mendampingi. Namun, mentor utama Violita tentu saja ibunya. Meski bukan seorang penulis dan hanya sebagai ibu rumah tangga, ibunya aktif mendampingi Violita. Sedangkan, ayahnya bekerja sebagai pengepul rongsokan,” tutur Siti Nur Laila.
Siti Nur Laila menjelaskan bahwa bakat Violita ditemukan secara tidak sengaja saat dirinya menyeleksi siswa yang akan mewakili SDN Johowinong I pada ajang FLS3N. Laila, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa dari tujuh siswa yang mengikuti seleksi, Violita akhirnya terpilih karena memiliki tulisan tangan yang rapi.
“Kami memilih siswa kelas III sebagai upaya kaderisasi agar mereka tidak hanya dapat mewakili SDN Johowinong I pada tahun ini, tetapi juga tahun-tahun mendatang. Tahun lalu, kami juga meraih Juara 2 lomba menulis cerita tingkat kabupaten. Alhamdulillah, tahun ini kami mampu mempertahankan prestasi itu, bahkan meningkat dibanding tahun sebelumnya,” papar Laila.
Gas baca: Prestasi dan Konsistensi Nilai Rapor Kunci Lolos Jalur SNBP
Sementara itu, Kepala SDN Johowinong I, Nurul Hamidah, S.Pd.SD., menegaskan bahwa sekolahnya selalu mendukung pengembangan bakat dan minat para siswanya.
“Berbagai bakat dan minat siswa kami tampung dan fasilitasi. Ada yang menyukai bola voli, kami wadahi melalui ekstrakurikuler. Begitu pula siswa yang gemar menulis, kami berikan ruang untuk mengembangkan kemampuannya,” tandas Midah, sapaan akrabnya. - Dimas Bagus Aditya
Baca dan berlangganan di sini.
