PERAK – Belajar tidak hanya dilakukan di ruang kelas, tetapi juga dapat berlangsung di luar ruangan. Lazimnya, kegiatan pembelajaran di luar kelas disebut outing class. Hal itu pula yang diterapkan SDN Perak 2. Sebagai sekolah yang memiliki branding Satria, SDN Perak 2 mengemas outing class sebagai kegiatan kokurikuler berbasis pembelajaran lingkungan dan pertanian.


Praktik menanam tanaman cabai. (Adit)

Sebanyak kurang lebih 300 peserta, terdiri atas 125 siswa dan selebihnya wali murid, mengikuti outing class ke Bale Tani, Senin (28/9/2026). Rombongan SDN Perak II bertolak menuju lokasi dengan menggunakan sembilan bus mini Tayo.


Yuk baca: Roda Street Carnival SDN Ngoro 2, Rayakan Kemerdekaan dalam Keberagaman


Kepala SDN Perak 2, Nurul Khotimah, S.Pd., M.M.Pd., menjelaskan, outing class merupakan program rutin sekolah sebagai bagian dari pembelajaran IPAS di luar kelas. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap semester dengan melibatkan siswa secara langsung dalam pembelajaran di luar ruangan.


“Outing class kali ini diikuti siswa kelas I, II, dan III. Sementara itu, siswa kelas atas melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring,” terang Nurul Khotimah, Senin (28/9/2026).


Siswa belajar merawat tanaman. (Adit)


Pembelajaran di luar ruangan, imbuh Nurul, menjadi upaya agar siswa dapat mempraktikkan secara langung konsep pembelajaran mendalam. Dalam hal ini, belajar dan bermain menjadi fokus outing class, terutama bagi siswa kelas rendah.


“Selain mendapatkan pengetahuan mengenai tanaman, mereka juga dapat mempraktikkan pembelajaran kokurikuler berbasis lingkungan dan pertanian,” tambah Nurul.


Siswa memberi pakan ikan. (Adit)


Seperti yang terlihat pada Senin (28/9), siswa SDN Perak 2 diajak mempraktikkan penanaman cabai di Bale Tani. Tak hanya itu, mereka juga belajar merawat tanaman, mempraktikkan teknik penyiraman, memberi makan ikan, hingga menonton film 3D.


Baca dong: Pramuka Membentuk Nilai Karakter


Nurul Khotimah menegaskan, kegiatan outing class merupakan bentuk kolaborasi dan sinergitas antara dewan guru dan wali murid.


“Tentunya, kegiatan outing class tidak akan terlaksana tanpa dukungan dan persetujuan wali murid. Ke depan, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan siswa kelas atas. Semuanya atas persetujuan dengan wali murid,” tandas Nurul Khotimah.


Mari baca: Hebat! Sekolah Ini Biasakan Bangun Pagi Agar Bugar Saat Belajar


Sejalan dengan hal tersebut, Guru Kelas II, Siti Maskanah, S.Pd., menuturkan bahwa pembelajaran outing class merupakan bagian dari pembelajaran mendalam melalui kegiatan di luar ruangan. Menurutnya, kegiatan tersebut penting agar siswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung.


Jajaran dewan guru SDN Perak II. (Adit)


“Harapannya, siswa dapat mengeksplorasi dan mempelajari berbagai jenis tanaman dan sayur-mayur. Lebih penting lagi, mereka belajar merawat tanaman. Apalagi, anak-anak juga mendapatkan souvenir berupa tanaman cabai yang mereka tanam sendiri,” pungkasnya. - Dimas Bagus Aditya

Selengkapnya baca di Majalah Suara Pendidikan cetak edisi 158/November 2026. Baca dan berlangganan di sini.
Lebih baru Lebih lama