Jaga Aset Daerah Kompetensi Pengelola Diolah


Tujuannya memberikan pemahaman bagi peserta akan arti pentingnya inventarisasi dan pelaporan BMD secara berkala. Memahami proses penghapusan dan pemindahtanganan BMD dan memahami teknis menghitung nilai penyusutan BMD secara baik. - M. Budi Setiawan -

JOMBANG – Barang milik daerah (aset) sebagai salah satu unsur penting dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan, dan pelayanan kepada masyarakat. Aset tersebut harus dikelola dengan baik dan benar menurut azas pengelolaan barang milik daerah, dengan memperhatikan azas-azas fungsional, kepastian hukum, transparansi, efisiensi, akuntabilitas, dan kepastian nilai.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten telah mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) aset bagi pengurus barang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengelola barang milik daerah di sekolah hingga terwujud pengelolaan barang milik daerah yang kompeten dan profesional.

Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, drg. Budi Nugroho, MPPM mengatakan bahwa kegiatan Bimtek ini sangat penting dilaksanakan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan Pengurus Barang Pembantu dalam mengelola Barang Milik Daerah (BMD) sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. Pengurus Barang Pembantu di sekolah perlu diberikan bimbingan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi karena pengelolaan aset memegang peran yang penting dalam mendukung pengelolaan keuangan dan penyusunan laporan keuangan.

Baca Juga : PKB 2019 Menuju Peningkatan Nilai Standar

“Berkaitan dengan Permendagri nomor 19 tahun 2016 tentang pedoman pengelolaan barang milik daerah menjelaskan bahwa pengelolaan barang milik daerah harus dikelola dengan sebaik-baiknya sehingga mendatangkan manfaat yang sebesar-besarnya guna mendukung pelaksanaan tugas pemerintah dan pembangunan daerah sehingga terwujud kemakmuran,” ujar Budi Nugroho.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Keuangan, Disdikbud Kabupaten Jombang, M. Budi Setiawan, SE., MM., menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman bagi peserta akan arti pentingnya inventarisasi dan pelaporan BMD secara berkala. Memahami proses penghapusan dan pemindahtanganan BMD dan memahami teknis menghitung nilai penyusutan BMD secara baik.

“Selain itu juga menjamin pelaporan aset yang cepat, valid, akuntable, tepat waktu, efektif dan efisien sehingga dapat meningkatkan laporan kinerja Dsdikbud Kabupaten Jombang dengan cara Online. Mekasnisme yang harus dilakukan oleh operator antara lain adalah, menyusun perencanaan pengadaan barang; melakukan belanja barang/jasa/modal pada tribulan II, III, IV; bendahara melaporkan kepada pengurus barang; pengurus barang melakukan entry di Aplikasi (Sistem Informasi Manajemen Daerah) SIMDA,” papar M. Budi Setiawan saat di temui di Aula 1 Disdikbud Kabupaten Jombang.




Kemudian, lanjutnya, laporan barang akan diverifikasi oleh Disdikbud Kabupaten Jombang. Jika verifikasi sesuai, maka petugas aset akan mengimpor laporan untuk diekspor ke Aplikasi SIMDA Online. Namun jika tidak sesuai akan dikembalikan ke satuan pendidikan untuk diperbaiki dan didampingi oleh tim aset Disdikbud Kabupaten Jombang.

Aplikasi SIMDA sendiri dapat diimplementasikan untuk pengelolaan keuangan daerah secara terintegrasi, menggunakan teknologi multi-user dan teknologi client/server, dari penyusunan anggaran, pelaksanaan anggaran, dan pertanggungjawaban keuangan baik dilaksanakan di SKPKD maupun di SKPD. Aplikasi ini mempunyai keuntungan, Pengendalian transaksi terjamin, Efisien dalam melakukan penatausahaan, hanya membutuhkan satu kali input data transaksi sehingga menghemat waktu, tenaga dan biaya. Fiturnya pun sederhana, mudah dimengerti dan dipelajari.

“Untuk menjamin laporan yang sesuai dengan ketentuan perundangan, maka perlu diatur tata cara pelaporan aset BMD sebagai jaminan akuntabilitas dalam Aplikasi SIMDA Online. Aplikasi tersebut diharapkan dapat mempermudah para pengguna dalam melaporkan belanja modal yang dilakukan satuan pendidikan maupun bidang dan sekretariat lingkup Disdikbud Kabupaten Jombang terkait BMD,”

Selebihnya, pengelolaan barang sebuah pekerjaan memang di rasa tidak mudah, diperlukan keterampilan dan ketelitian dalam bekerja. Adanya sosialisasi ini diharapkan kemampuan dan wawasan para pengelola barang bisa meningkat. BMD harus disimpan dan diurus dengan baik. Prosesnya pun harus profesional di masing-masing unit kerja sehingga bisa berjalan baik, benar, dan akuntabel. aditya eko

No comments

Powered by Blogger.