Silaturahim Panglima TNI ke Jombang Perkokoh Persatuan Kesatuan Bangsa


TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan data fakta di lapangan pada tanggal 21-22 Mei 2019. Data dari Intelijen yang mengatakan bahwa banyak informasi diterima akan ada kerusuhan di Jakarta. Karena itu pihaknya bersama Kapolri, Menko Polhukam, Menkumham dan Menkominfo berfikir kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.

JOMBANG – Panglima TNI Marsekal, Hadi Tjahjanto, S.I.P bersama dengan jajarannya bersilaturahim dengan Alim Ulama Jawa Timur KH. Salahuddin Wahid, di Aula Lantai III Gedung KH. Yusuf Hasyim Pondok Pesantren Tebuireng Jombang (29/6). Silaturrahim Panglima ke Ponpes Tebuireng masih merupakan memontum di hari raya Idulfitri serta melakukan Halal Bi Halal guna mempererat tali persaudaraan antara Negara dan Bangsa.


Baca Juga : SKTB dan EDS Harus Digarap Serius

Pengasuh pondok Tebuireng Jombang KH. Salahuddin Wahid menyampaikan banyak terima kasih atas kunjungan Panglima TNI serta dalam Halal Bi Halal karena masih dalam suasana lebaran. Lebih dari itu, Gus Solah panggilan akrabnya menyebutkan kerjasama antara TNI dan tokoh-tokoh Islam sangat diperlukan dalam menuju kemerdekaan negara Indonesia. Terlebih menyoroti kerusuan 22 Mei yang terjadi belakangan ini. Dirinya menyetujui Pancasila sebagai dasar negara Indonesia demi persatuan dan kesatuan bangsa.




Sementara itu, menyinggung kerusuhan 22 Mei kemarin, TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan data fakta di lapangan pada tanggal 21-22 Mei 2019. Data dari Intelijen yang mengatakan bahwa banyak informasi diterima akan ada kerusuhan di Jakarta. Karena itu pihaknya bersama Kapolri, Menko Polhukam, Menkumham dan Menkominfo berfikir kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Kami bertekat akan menjaga bangsa Indonesia tetap utuh bersatu dalam mempertahankan negara Indonesia.

Secara garis besar dari TNI/Polri mampu mengatasi kerusuhan tersebut yang terselesaikan pada tanggal 23 Mei. Terdeteksi jenis masa berbeda dan teroganisir. Untuk mengetahui kebenaran kerusuhan yang terjadi, pihak kepolisian mencari dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). aditya eko

No comments

Powered by Blogger.