Sherliana Dinita Mutiarani Tak Gentar Menghadapi Pukulan


“Keinginan saya ini untuk mendukung impian saya nanti menjadi atlet atau polwan dengan prestasi yang saya dapat…” - Juara I kategori kumite perorangan + 40 kg SD/MI kelas 4 s.d 6 putri, Sherliana Dinita Mutiarani. -

JOMBANG – Memiliki cita-cita sebagai atlet dan Polisi Wanita (Polwam) membuat seorang Sherliana Dinita Mutiarani semakin bersemangat. Baik latihan maupun ketika pertandingan karate. Meski tahu bahwa akan menimbulkan resiko cidera, ungkap peserta didik kelas VI SDN Pulo III Jombang. Diawali mengikuti kompetisi kata atau penampilan gaya hingga berlanjut ke komite (baca: pertandingan) dilalui dengan sabar dan tekun.

Perempuan yang sering dipanggil Sherli ini menjelaskan, “Keinginan saya ini untuk mendukung impian saya nanti menjadi atlet atau Polwan dengan prestasi yang saya dapat. Sudah beberapa pertandingan saya ikuti termasuk di Jombang sendiri dan wilayah lainnya seperti Kota Mojokerto, Surabaya, Blitar, Magetan.”


Baca Juga : Lomba Kolase Membangun Kesadaran Gemar Makan Ikan

Peserta didik kelahiran 2007 ini bercerita pula bahwa kejuaraan beberapa waktu lalu Sabtu (24 s.d 25/8) di Gedung Olahraga (GOR) Dabonsia Bojonegoro meraih Juara I. Kejuaraan kategori kumite perorangan + 40 kg SD/MI kelas 4 s.d 6 putri, pada pertandingan Kejuaraan Karate Inkanas antar pelajar Se Jawa Timur Piala Kapolres Bojonegoro 2019.

Serangkaian persiapan tentu tak terlupakan oleh Sherli, seperti latihan fisik setiap waktu yang ditentukan dan dibutuhkan. Pada Senin, Rabu, dan Sabtu setiap pukul 15.00 sampai dengan 17.00 WIB. Satu minggu tiga kali tetapi jelang mengikuti lomba latihan setiap hari.


“Saya terfokus pada penyerangan di pukulan kepala, dada, dan perut. Selanjutnya terdapat fariasi gerakan berpindah terlebih dahulu, jika lawan menyerang baru ditangkis kemudian gerak cepat langsung diserang dengan pukulan,” ungkapnya.

Bahkan dirinya lebih menyukai jika berhadapan dengan lawan yang lebih besar adrinya. Seperti badannya lebih gemuk, baginya keuntungan besar saat melakukan penyerangan fokus ke pukulan di sekitar kepala. Pasalnya nilai terbanyak sering diperoleh dari pukulan bagian atas lawan.

Perempuan yang juga menyukai bermain voli dan renang ini juga mengungkapkan, tak pernah sedikit saja merasakan bosan atau bahkan hingga sakit selama menekuni hobinya di karate. Hingga pada tingkat ikat pinggang berwarna coklat, tekadnya semakin gigih untuk berprestasi dengan rasa percaya diri.

“Terdapat pesan yang selalu teringat hingga saat ini dari orang tua yaitu jika nanti meraih sukses, tak boleh sombong dan tetap rendah hati. Selain itu tetap fokus dalam belajar dan tak pernah bolong absen dalam tambahan pelajaran usai latihan karate,” tutup perempuan yang juga suka bersepeda itu. chicilia risca

No comments

Powered by Blogger.